Baru satu nasabah melapor jadi korban penipuan Pandawa Grup
Baru satu nasabah lapor jadi korban penipuan Pandawa Grup. Meski demikian pihaknya siap menerima laporan warga yang merasa tertipu. Diperkirakan jumlah nasabah Pandawa mencapai 1.000 lebih. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Nasabah melapor karena merasa haknya tidak dikembalilkan oleh koperasi.
Wakil Kapolresta Depok AKBP Candra Kumara menegaskan hingga kini baru ada satu orang nasabah Pandawa yang melapor secara resmi. Dikatakan bahwa ada tujuh orang lagi pendana tapi masih didatakan.
"Kalau yang lapor satu orang secara resmi. Karena kalau berkaitan dengan UU koperasi dan perbankan itu ranahnya Polda Metro Jaya," kata Candra, Jumat (20/1).
Meski demikian pihaknya siap menerima laporan warga yang merasa tertipu. Diperkirakan jumlah nasabah Pandawa mencapai 1.000 lebih. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Nasabah melapor karena merasa haknya tidak dikembalilkan oleh koperasi.
"Harusnya sudah jatuh tempo pembayaran bunga tapi nggak dibayarkan," katanya.
Sejauh ini laporan tersebut masih terus didalami. Terkait sanksi baru bisa dijatuhkan kalau sudah jelas bukti-buktinya. "Kami masih mendalami apakah ada unsur pidana dan juga akan kami telusuri keberadaan pemilik Pandawa," tutupnya.
Kemarin, Dian Ambarsari (38) dan Nanang Bachtiar (37) melaporkan KSP Pandawa ke Polresta Depok. Sebab, pasangan suami istri itu merasa ditipu. Uang yang ditanamkan di koperasi binaan Nuryanto itu tak kunjung kembali. Keduanya menanamkan uang melalui leader sebesar Rp 289 juta.
Baca juga:
Pasutri ini sampai utang bank demi investasi di Pandawa
Investasi Rp 289 juta tak jelas, nasabah KSP Pandawa lapor polisi
Dikejar-kejar nasabah, pendiri KSP Pandawa di Depok kabur
Ini hasil pertemuan OJK dengan bos Pandawa grup
Kisah Pandawa Grup, investasi bodong berakhir di tangan OJK
Intip 6 strategi jitu hindari investasi bodong yang merajalela
OJK terima 132 laporan investasi bodong selama 2016