Intip 6 strategi jitu hindari investasi bodong yang merajalela
Merdeka.com - Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan keuntungan berlimpah saat berinvestasi? Ya, siapapun orangnya pasti akan tergiur dengan penawaran investasi yang menjanjikan hasil berkali lipat jumlahnya. Hanya duduk manis kemudian uang puluhan hingga ratusan juta jatuh ke pangkuan.
Namun pada kenyataannya, janji-janji manis tersebut tak ubahnya seperti angin surga semata, mereka yang terpikat bukannya meraup untung tapi malah buntung.
Berdasarkan data Waspada Investasi OJK, dari tahun 2013â2014 tercatat ada 2.772 pengaduan dari masyarakat tentang penawaran investasi bodong. Bahkan, total kerugian minimal bisa mencapai Rp 45 triliun, baik yang masuk ke dalam kategori investasi bodong ataupun investasi yang mencurigakan.
Perencana Keuangan dari Kaukabus Financial Literacy Center Kaukabus Syarqiyah, sangat menyayangkan kejadian ini. Padahal, lembaga-lembaga seperti ini tidak semuanya berstatus bodong atau fiktif.
"Tapi faktanya ada oknum-oknum yang membuat lembaga investasi menjadi buruk sehingga menimbulkan trauma bagi masyarakat. Jadikan fenomena ini sebagai pelajaran. Dan biar bagaimanapun proses seleksi itu ada di tangan Anda selaku calon investor," ujar Kikau dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/11).
Kikau juga menjelaskan, lembaga investasi yang bodong merupakan pihak ketiga yang berusaha melakukan money game yang sama sekali tidak terkait dengan wujud bisnisnya.
"Mereka sangat tahu betul bagaimana karakter masyarakat yang 'haus' akan uang. Sehingga tanpa menjelaskan lebih rinci jenis bisnisnya, oknum-oknum ini langsung menawarkan keuntungan. Misalnya dengan investasi yang kecil namun bisa menghasilkan keuntungan yang besar, cepat, dan tanpa usaha," katanya.
Menurut Kikau, alasan seseorang mudah tergiur pada investasi bodong juga karena tawaran bunga yang besar dibandingkan perbankan. Semakin besar investasi Anda, maka bunga yang didapat pun bisa jauh lebih besar. Untuk itu, ini 6 tips hindari investasi bodong. Berikut strateginya:
1. Cari info lembaga investasi
"Langkah pertama yang harus dilakukan calon investor adalah mencari tahu terlebih dahulu informasi lengkap dari lembaga yang menawarkan investasi. Kalau perlu kroscek sampai tuntas mengenai kantor lembaganya, karyawan, dan produknya," ujar Kikau.
Cari tahu lebih banyak lagi ya! (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya