Bareskrim: Dirut Pelindo II akan kita panggil terakhir
"Hari ini kita mulai layangkan panggilan, mungkin tiga hari ke depan kita sudah mulai pemeriksaan para saksi."
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dir Tipideksus) Brigjen Victor Edison Simanjuntak mengatakan mulai hari ini Bareskrim Polri akan memanggil pihak yang dinilai tahu duduk perkara pengadaan mobile crane, termasuk direktur di Pelindo II. Adapun tersangka dalam kasus korupsi ini tidak hanya satu orang.
"Kita sudah geledah, kemudian kita udah sita banyak dokumen sebagai barang bukti. Sebelum tindakan, kita periksa 7 saksi, sudah sita banyak dokumen juga sebelum kemarin itu. Yang paling penting di situ sebenarnya, pelaksanaan pengadaan barang tersebut sejak mulai daripada perencanaan. Itu seharusnya kan dari pelabuhan-pelabuhan itu yang harus mengajukan dia kebutuhannya apa," kata Victor di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (31/8).
Khusus untuk Direktur Utama Pelindo II RJ Lino, terang Victor, pemeriksaan akan dilakukan di akhir, yakni setelah semua saksi lain dimintai keterangan.
"Hari ini kita mulai layangkan panggilan, mungkin tiga hari ke depan kita sudah mulai pemeriksaan para saksi. Dirut akan kita panggil terakhir," lanjutnya.
Dalam pengembangan kasus ini, beber Victor, tidak menutup kemungkinan ada instansi lain ataupun pihak swasta selaku vendor yang diperiksa.
Sebagaimana yang diberitakan, Bareskrim Polri bersama dengan Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penggeledahan terhadap Kantor PT Pelindo II. BUMN pengelola pelabuhan ini dianggap melakukan pencucian uang, melalui pengadaan 10 unit mobile Crane yang dibeli pada 2013 lalu yang memakan biaya miliaran Rupiah.
Adapun, pelabuhan pelabuhan yang dianggap melakukan pencucian uang yaitu pelabuhan Bengkulu, Jambi, Palembang, Teluk Bayur, Cirebon, Banten, pelabuhan Panjang (Bandar Lampung) dan Pontianak.
"Mestinya mereka yang mengajukan (pengadaan mobil crane). Tapi kemudian itu dibuat sendiri dari pusat, Pelindo II, kemudian penandatangan-penandatangan itu bukan General Manager (GM) masing-masing pelabuhan, itu hanya ditandatangani manajer tekniknya. Jadi sebenarnya dari sisi itu pun sudah salah, kemudian spek yang ada sekarang ini yang dibeli tahun 2013, itu kalau kita beli sekarang dengan harga dollar yang sekarang pun itu masih terlalu jauh mahal sana itu, padahal belinya sekarang ini, berartikan perkiraan atau harga perkiraan sendirinya itu enggak betul," pungkas Victor.
Baca juga:
Direksi BUMN khawatir kantornya digeledah seperti Pelindo II
Dirut Pelindo II RJ Lino ancam Jokowi, ini kata Politikus PDIP
RJ Lino di tengah pusaran masalah dan kontroversi
Kantor Staf Presiden enggan komentari penggeledahan kantor Pelindo
Menteri Sofyan kaget pembicaraannya dengan RJ Lino dibuka ke publik