Menteri Sofyan kaget pembicaraannya dengan RJ Lino dibuka ke publik
Merdeka.com - Badan Reserse dan kriminal Mabes Polri melakukannya penggeledahan di kantor Pelindo II, Jumat (28/7). Penggeledahan terkait dugaan korupsi pengadaan mobil crane milik perusahaan pelat merah itu.
Tak terima dengan cara Bareskrim, Direktur Utama Pelindo II RJ Lino geram. Kekesalan itu diutarakan ke sejumlah menteri. Salah satunya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil. Pembicaraan antara keduanya terekam wartawan. Bahkan Lino mengancam mengundurkan diri dari perusahaan.
Sofyan Djalil mengaku, dia lah yang saat itu menelepon Lino karena ingin tahu yang terjadi di kantor Pelindo.
"Saya yang telepon Pak Lino. Karena saya empati dan ingin tahu apa yang terjadi. Terima kasih," ujar Sofyan melalui pesan singkat kepada wartawan, kemarin.
Sofyan mengaku kaget transkrip pembicaraannya beredar luas di publik. Dia tidak tahu jika pembicaraannya ternyata dibuka ke publik.
"Benar itu transkrip telepon dengan saya. Cuma saya tidak tahu telepon saya dibuka kepada wartawan," tulis Sofyan. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya