LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banyak bayi di Aceh meninggal dunia akibat gizi buruk

Angka kematian bayi di Aceh pada tahun 2014 lalu meningkat sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

2015-03-24 10:08:12
Gizi Buruk
Advertisement

Pemerintah Aceh telah sejak lama memberlakukan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), semua biaya kesehatan ditanggung oleh pemerintah. Ironisnya, angka kematian bayi di Aceh pada tahun 2014 lalu meningkat sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, kematian bayi tahun 2014 mencapai 1.558 kasus, sedangkan tahun 2013 hanya 1.323 kasus. Meningkatnya angka kematian bayi dinilai karena penanganan kesehatan yang belum optimal.

Kepala Bidang Kesehatan Ibu dan Anak Dinkes Aceh, Sulasmi membenarkan angka kematian bayi di Aceh meningkat setiap tahunnya. Malah pihaknya menemukan bayi yang baru lahir meninggal pada tahun 2014 mencapai 829 kasus.

Advertisement

"Penyebab kematian bayi di Aceh beragam tapi paling banyak disebabkan oleh gizi buruk dan penanganan kesehatan sebelum hingga masa kelahiran yang masih buruk," katanya, Selasa (24/3) di Banda Aceh.

Adapun kabupaten yang paling tinggi angka kematian bayi terdapat di Pidie. Di kabupaten ini tercatat ada 98 kasus ditemukan bayi meninggal. Kemudian menyusul Aceh Utara dan Singkil.

Sedangkan daerah banyak ditemukan kasus gizi buruk pada tahun 2014, jelasnya, di Kabupaten Aceh Besar, dengan jumlah 57 kasus, Pidie mencapai 47 kasus.

Advertisement

"Meski demikian ada terjadi penurunan pada kasus gizi buruk di tahun 2014 yang tercatat 341 kasus menurun dibanding tahun 2013 ditemukan sebanyak 820 kasus bayi menderita gizi buruk," tegasnya.

Masih tingginya angka gizi buruk dan angka kematian bayi salah satu sebab menurut Sulasmi kekurangan dokter anak di Aceh. Bahkan, ada beberapa daerah di Aceh belum memiliki dokter spesialis anak, terutama di daerah terpencil.

"Belum lagi tingkat pemahaman masyarakat yang masih kurang, juga hubungan petugas kesehatan dan masyarakat belum harmonis, sehingga banyak petugas yang tidak bekerja dengan optimal," katanya.

Kendati demikian, pihak Dinkes Aceh berupaya untuk menekan angka kematian anak pada 2015 berada di bawah 15 persen, sesuai dengan target pembangunan millennium, The Millennium Development Goals (MDGs).

Baca juga:
Hari Gizi Nasional, 'buah dan sayur' pawai di Bundaran HI
923 Anak di Solo menderita kurang gizi
Cerita pilu kematian Azahra, bayi penderita gizi buruk di Bekasi
Pulang dari RS karena tak punya biaya, bayi gizi buruk meninggal
Balita penderita gizi buruk di Bekasi akhirnya meninggal
Tak mampu bayar rumah sakit, mobil dinas kades dipakai jaminan

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.