Banjir surut, sebagian pengungsi di Subang kembali ke rumah
Kebanyakan para pengungsi yang pulang ingin melihat kondisi terakhir rumahnya.
Intensitas hujan yang berkurang sejak kemarin malam membuat genangan air di sejumlah titik berkurang. Pengungsi pun bergegas pulang ke rumah masing-masing.
Di Masjid Raya Al-Mukhlisin Kecamatan Pamanukan sekitar 1.000 warga yang mengungsi, pagi ini separuhnya sudah kembali ke kediamannya.
"Hampir separuh lebih pagi ini pengungsi pada pulang ke rumah masing-masing, karena air yang surut cukup signifikan," kata Koordinator Relawan BPBD Provinsi Jawa Barat, Adhitiyo, kepada merdeka.com, di lokasi pengungsian, Rabu (22/1).
Menurut dia, kebanyakan para pengungsi yang pulang ingin melihat kondisi terakhir rumahnya. Dia berharap hujan tidak kembali menyergap wilayah Subang.
"Kalau hujan lagi ya yang mengungsi, kembali lagi, tapi situasi terakhir sudah surut sampai 60 bahkan 90 sentimeter," terangnya.
Topik pilihan: Banjir Jakarta | Banjir Manado
Dia menambahkan, ketinggian banjir paling parah saat ini masih ada di Kecamatan Legon Kulon. Ketinggian air diperkirakan masih mencapai pinggang orang dewasa. Kecamatan yang terisolir ini ada 32 ribu jiwa.
"Kalau di desa lain sudah ada yang surut, bahkan jalan di Pantura juga sudah tidak tergenang," paparnya.
Jalil (60) Warga Desa Mulyasari beserta istrinya terlihat membawa barang bawaan dalam gembolan tas besar.
"Saya mau pulang dulu, lihat kondisi rumah, katanya di desa saya sudah berkurang hingga di bawah lutut, kalau bisa ditinggalin saya mau tinggal di rumah saja," jelasnya.
Kalaupun masih belum layak dihuni, dia mengaku akan kembali ke tempat pengungsian. "Iya lihat perkembangan saja, kalau hujan lagi saya mau ngungsi lagi," ucap dia yang serumah dihuni tujuh orang.
Baca juga:
Air surut, jalur Pantura sudah dilalui dua arah
Ini parahnya banjir di Pantura, terburuk dalam satu dekade
Terkikis air hujan, jalan di Pantura ambles 5 meter
Kerugian materiil banjir di Subang capai Rp 32 miliar
Basarnas evakuasi 2 warga Singapura terjebak banjir di Jepara