Banjir Bandang Nagan Raya: BPBD Catat 14.537 Warga Terdampak di Aceh
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya melaporkan 14.537 warga terdampak banjir bandang Nagan Raya sejak akhir November, dengan pendataan dan penyaluran bantuan terus dilakukan.
Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menyebabkan ribuan masyarakat harus mengungsi dan kehilangan harta benda. Peristiwa ini terjadi sejak Rabu hingga Kamis, 26-27 November lalu, memicu respons cepat dari pemerintah daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera melakukan pendataan untuk mengetahui skala dampak bencana.
Hingga Minggu (30/11), BPBD Nagan Raya mencatat sebanyak 14.537 jiwa terdampak akibat bencana alam ini. Irfanda Rinaldi, Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya, menegaskan bahwa timnya terus berupaya maksimal dalam mendata seluruh korban. Fokus utama saat ini adalah memastikan semua warga yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang diperlukan.
Bencana ini melanda empat kecamatan utama di Nagan Raya, yakni Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, Tripa Makmur, dan Tadu Raya. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya juga telah memulai pendistribusian bantuan masa panik kepada masyarakat. Langkah ini diambil untuk meringankan beban para korban yang menghadapi kesulitan pasca-banjir.
Sebaran Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang Nagan Raya
Data terbaru dari BPBD Nagan Raya menunjukkan bahwa ribuan warga tersebar di berbagai gampong dan kecamatan mengalami dampak langsung dari banjir bandang. Pendataan ini menjadi krusial untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. Upaya ini juga bertujuan untuk memetakan area paling parah terdampak bencana.
Kecamatan Darul Makmur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban terdampak paling tinggi. Gampong Lamie mencatat 778 KK atau 2.335 jiwa, diikuti Gampong Alue Wakie dengan 834 KK atau 2.504 jiwa. Sementara itu, Gampong Kuta Trieng juga memiliki jumlah signifikan dengan 523 KK atau 1.571 jiwa yang terdampak.
Selain Darul Makmur, Kecamatan Tripa Makmur juga mengalami dampak serius. Di wilayah ini, Gampong Lueng Keubeu Jagat mencatat 483 KK atau 1.590 jiwa terdampak, dan Gampong Kuala Tripa dengan 399 KK atau 1.451 jiwa. Gampong Babah Lueng juga melaporkan 302 KK atau 1.003 jiwa yang terkena dampak banjir.
- Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang: Gampong Blang Puuk (250 KK/755 Jiwa), Gampong Blang Meurandeh (141 KK/428 Jiwa), Gampong Babah Suak (143 KK/429 Jiwa), Gampong Kuta Teungoh (180 KK/544 Jiwa).
- Kecamatan Darul Makmur: Gampong Ujong Lamie (517 KK/1.553 Jiwa), Gampong Lamie (778 KK/2.335 Jiwa), Gampong Kuta Trieng (523 KK/1.571 Jiwa), Gampong Geulanggang Gajah (194 KK/584 Jiwa), Gampong Kaye Unoe (125 KK/377 Jiwa), Gampong Tuwi Buya (180 KK/544 Jiwa), Gampong Suak Palembang (361 KK/1.083 Jiwa), Gampong Alue Wakie (834 KK/2.504 Jiwa), Gampong Gunong Cut (475 KK/1.427 Jiwa).
- Kecamatan Tripa Makmur: Desa Panton Pange (136 KK/560 Jiwa), Ujong Krueng (137 KK/453 Jiwa), Mon Dua (155 KK/492 Jiwa), Neubok Yee PP (153 KK/469 Jiwa), Neubok Yee PK (137 KK/450 Jiwa), Pasie Kebeu Dom (289 KK/747 Jiwa), Lueng Keubeu Jagat (483 KK/1.590 Jiwa), Drien Tujoh (329 KK/1.052 Jiwa), Babah Lueng (302 KK/1.003 Jiwa), Kabu (386 KK/1.258 Jiwa), Kuala Tripa (399 KK/1.451 Jiwa).
- Kecamatan Tadu Raya: Desa Cot Mee (397 KK/956 Jiwa), Cot Mue (145 KK/595 Jiwa), Desa Alue Siron (109 KK/398 Jiwa).
BPBD Nagan Raya Prioritaskan Penyaluran Bantuan Masa Panik
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, melalui BPBD, secara aktif terus mendistribusikan bantuan masa panik kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang Nagan Raya. Penyaluran ini menjadi prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban yang kehilangan akses terhadap makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Koordinasi antarlembaga terus diperkuat demi kelancaran proses distribusi.
Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, memastikan bahwa bantuan makanan terus disalurkan hingga saat ini. "Penyaluran bantuan makanan masih terus kami lakukan hingga saat ini," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat.
Upaya penanganan bencana ini tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga pada pendataan berkelanjutan. Data yang akurat sangat penting untuk perencanaan jangka panjang dan pemulihan pasca-bencana. BPBD berharap seluruh warga terdampak dapat segera pulih dari musibah banjir bandang Nagan Raya ini.
Sumber: AntaraNews