Bambu tiga meter jadi penolong ibu Diana dan keluarga untuk makan
Dia berharap ada penyelesaian kasus ini. Sebab, kasihan bila Diana harus terkurung dengan waktu yang bisa ditentukan.
Ibu Diana dan keluarga hingga hari ini masih tergembok di dalam rumahnya di Jalan Taman Kebon Sirih 3 Nomor 9, RT 009/010, Kampung Bali, Jakarta Pusat. Rumah itu sebelumnya digembok paksa oleh PT Asuransi Jiwasraya.
Mereka tak bisa melakukan aktivitas di luar rumah. Beruntung tetangga sangat peduli dan berinisiatif mengumpulkan dana untuk kemudian membelikan makanan atau bahan mentah dan diserahkan ke Diana.
"Biasanya saya kirim makanan jam 11 sebelum makan siang," kata Ibu Nana, RT 009/010, kepada merdeka.com, Senin (11/9).
Rumah digembok ©2016 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin
Makanan itu dikirimkan dari belakang rumah Diana. Kemudian makanan-makanan itu dikaitkan dengan sebuah bambu yang dijulurkan ke halaman belakang rumah Diana.
"Jadi kita kirimnya dari belakang rumah," jelasnya.
Nanan menambahkan, biasanya makanan yang dikirimkan macam-macam. Kadang sudah dimasak, tapi bisa juga bahan mentah.
"Kadang sudah matang, kadang minyak goreng, bumbu dapur, nanti dimasak sendiri," pungkasnya.
Dia berharap ada penyelesaian kasus ini. Sebab, kasihan bila Diana harus terkurung dengan waktu yang bisa ditentukan.
Baca juga:
Rumah disegel Jiwasraya, Diana sedih ayah sakit & anak tak sekolah
Ibu RT minta izin polisi beri makan warga yang rumahnya digembok
Rumah digembok paksa, Diana dan anak-anaknya tak keluar enam hari
Istri Deni ketakutan tembok depan rumahnya di Bintaro diplester
Ini kronologi rumah Deni Akung ditembok warga versi pengacara
Jika tembok tak dibongkar, Deni Akung bakal gugat lurah hingga Ahok
Warga Bukit Mas tawarkan mediasi, jika Deni Akung mengaku salah