Warga Bukit Mas tawarkan mediasi, jika Deni Akung mengaku salah
Merdeka.com - Warga Perumahan Bukit Mas, Bintaro, Jakarta Selatan menawarkan kepada pemilik rumah yang ditembok, Deni Akung untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan. Namun, tawaran tersebut tidak gratis, melainkan Deni atau pemilik sebelumnya mengakui kesalahannya.
"Asal dia mau mengakui kesalahannya membongkar tembok warga tanpa izin," tegas warga Perumahan Bukit Mas, Teti Firmansyah, Rabu (11/11).
Berbeda dengan Deni, Teti mengungkapkan warga sudah sering menawarkan mediasi namun ditolak. Kesal dengan kelakuan pemilik rumah, warga lantas menembok depan rumahnya dengan batako.
"Kami minta mereka tidak memutarbalikan fakta dan membentuk opini publik seolah-olah Deni adalah korban yang tidak mengetahui permasalahan pada saat membeli rumah," kata Teti.
Teti menambahkan, warga Bukit Mas juga ingin meluruskan pemberitaan yang beredar di media massa. Ia juga menyayangkan langkah Deni Akung yang mengunggah penembokan di depan rumahnya di media sosial.
"Kemungkinan kasus serupa bisa terjadi di masa yang akan datang," ujarnya.
Ternyata, polemik penembokan rumah Deni setinggi sekitar 2 meter oleh warga menarik perhatian anggota dewan. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Wahyudi menyambangi lokasi untuk melihat duduk persoalan.
"Tadi pagi pak ketua DPRD DKI datang ke sini mau lihat rumah yang ditembok itu," ungkap Teti.
Teti menjelaskan, rombongan DPRD yang didampingi pejabat pemerintah kota Jakarta Selatan ingin mencari pemecahan permasalahan. Sayangnya saat anggota legislatif meninjau, perwakilan Deni Akung tidak ada.
"DPRD juga bilang, mereka tidak membela siapa-siapa. Masalah ini sudah beredar ke mana-mana. Yang bertanggung jawab. Betul enggak ini orang membongkar tembok komplek. Ngecek," ujarnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya