Ayah pria keterbelakangan mental: Maling teriak maling, malah duit anak saya digondol
Herman, orangtua AAF menjelaskan, anaknya dituduh sebagai maling. Anaknya itu diborgol dan dipukuli meski tak ada bukti.
Seorang pria keterbelakangan mental berinisial AAF alias Iyan ditemukan dalam kondisi penuh luka di sekujur tubuh. AAF menjadi korban penganiayaan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/8) malam oleh sembilan pelaku.
Pelaku diketahui terdiri dari empat petugas keamanan dan lima panitia acara pameran flora dan fauna karena dituduh mencuri uang.
Herman, orangtua AAF menjelaskan, anaknya dituduh sebagai maling. Anaknya itu diborgol dan dipukuli meski tak ada bukti.
"Kejadian hari Jumat anak saya diteriaki maling, kemudian dibawa ke posko keamanan EO Flora. Di sana diborgol kayak maling. Padahal belum terbukti," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (22/8).
"Banyak kok yang melihat anak saya dianiaya," tambah dia.
Namun, kenyataan tak demikian. Yang hilang justru uang milik Anaknya. Jumlahnya mencapai Rp 3 juta.
"Ternyata maling teriak maling. Malah duit anak saya digondol sama dia (orang)," ujar dia.
Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Sebanyak sembilan orang berhasil ditangkap.
"Awalnya lebih dari 10 yang ditangkap. Tapi yang benar-benar terbukti mengeksekusi anak saya ada delapan orang. Mereka sudah pakai baju tahanan kok," ucap dia.
"Sekarang semuanya barang bukti juga sudah ada di Polres," dia menambahkan.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Salah satu penganiaya pria keterbelakangan mental di Lapangan Banteng seorang wanita
Pria keterbelakangan mental dianiaya selama 5 jam oleh 9 pelaku
Polisi bekuk semua tersangka penganiayaan pria keterbelakangan mental
Polisi beberkan peran enam tersangka penganiaya pria keterbelakangan mental
Enam pelaku penganiayaan pria keterbelakangan mental ditangkap, bukan Satpol PP
Dinsos DKI: Saat dijemput di Lapangan Banteng, pria berkebutuhan khusus sudah lebam
Polisi buru pelaku penganiayaan pria berkebutuhan khusus
Keluarga pria keterbelakangan mental: Adik saya dianiaya seperti binatang