Keluarga pria keterbelakangan mental: Adik saya dianiaya seperti binatang
Merdeka.com - Pria keterbelakangan mental berinisial AAF diduga menjadi korban penganiayaan petugas Satpol PP DKI Jakarta. Keluarga sudah melaporkan peristiwa ini kepada pihak kepolisian.
Kakak korban yakni Sari menuturkan, adiknya diduga dipukuli petugas yang menjaga acara di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Usai pemukulan, AAF menderita luka lebam di seluruh wajah, serta luka bekas sundutan rokok di tubuhnya.
"Adik saya habis dianiaya seperti binatang oleh petugas. Wajahnya lebam, sundutan di seluruh tubuh. Bahkan waktu saya ke sana masih ada tembakau," ujar Sari saat ditemui di Polres Jakarta Pusat, Senin (20/8).
Sari menceritakan, kejadian bermula saat AAF pergi dari rumah pada Jumat (17/8) pagi. Biasanya, dia pergi tanpa pamit dan pada sore hari pulang kembali ke rumah di Jalan Cempaka Putih Utara. Namun, hingga Jumat malam AAF belum juga pulang. Keluarga cemas lalu mencarinya ke sejumlah lokasi. Termasuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Namun, hingga Jumat malam AAF tak ditemukan.
Keesokan harinya keluarga melanjutkan pencarian hingga ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya, Jalan Kembangan Raya, Jakarta Barat. Saat tiba di panti, petugas panti menyatakan bahwa AAF berada bersama mereka. Namun, sebelum AAF dipertemukan dengan keluarga, petugas menanyakan kondisi saat pergi dari rumah.
"Saya kan enggak lagi tinggal di rumah, saya tanyakan ke orang rumah. Badannya bersih kok. Tiba-tiba dikirim ke saya foto badan AAF, saya terkejut badannya habis dipukuli, disundut rokok. Wajahnya bengkak, mata ada darahnya. Dan tangannya habis diborgol," ujar Sari.
Pihak panti menerima AAF dengan kondisi seperti itu dari petugas pengamanan di Lapangan Banteng. "Saya terkejut. Dia langsung merangkul saya, dia takut," ucap Sari.
Sari menambahkan, dari keterangan AAF, dia dipukuli karena diduga mencuri. Petugas mendapati uang Rp 2,4 juta dari kantong AAF.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya