Atasi Banjir Bandung, Bupati Ajukan Tiga Program Prioritas ke Menteri PU
Tiga usulan yang dimaksud yakni penanganan dan normalisasi Sungai Cisungalah di Kecamatan Majalaya.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggono, di Jakarta pada Selasa (21/4). Dalam pertemuan itu, Dadang mengusulkan tiga program prioritas penanganan banjir di Kabupaten Bandung.
Tiga usulan yang dimaksud yakni penanganan dan normalisasi Sungai Cisungalah di Kecamatan Majalaya dan Solokanjeruk, pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang, dan pembangunan kolam retensi di Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek.
"Kami mengusulkan kepada Pak Menteri PU agar penanganan banjir di Kabupaten Bandung bisa dipercepat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir," kata dia melalui keterangan yang diterima.
Normalisasi Sungai Cisungalah
Menurut Dadang, normalisasi Sungai Cisungalah sangat mendesak karena wilayah Majalaya dan Solokanjeruk hampir setiap tahun terdampak luapan sungai, terutama saat curah hujan tinggi.
Kondisi itu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tapi juga berdampak terhadap jalan, permukiman, lahan pertanian hingga kegiatan ekonomi warga.
Maka dari itu, normalisasi Sungai Cisungalah dinilai menjadi salah satu solusi penting agar debit air dapat mengalir lebih lancar dan mengurangi risiko banjir di kawasan timur Kabupaten Bandung.
Pembangunan Kolam Retensi
Selain itu, Dadang mengusulkan pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang. Kawasan Tegalluar selama ini menjadi salah satu titik banjir terparah di Kabupaten Bandung, terutama di kawasan Sapan dan sekitarnya.
Pemkab Bandung menilai kolam retensi di Tegalluar menjadi kebutuhan mendesak karena wilayah tersebut menerima limpasan air dari Sungai Cikeruh, Sungai Citarik, Sungai Citarum, serta aliran dari wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang.
Selama ini, Pemkab Bandung telah melakukan upaya awal dengan cara normalisasi saluran, pengerukan drainase, dan penanganan Sungai Cipamokolan Lama. Namun begitu, upaya tersebut perlu diperkuat dengan pembangunan kolam retensi agar air dapat ditampung sebelum masuk ke kawasan permukiman.
"Tegalluar ini sudah terlalu lama menjadi langganan banjir. Karena itu kami mengusulkan kolam retensi agar ada penampungan air dan beban ke permukiman bisa dikurangi," kata dia.
Usulan ketiga
Usulan ketiga adalah pembangunan kolam retensi di Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek. Wilayah ini juga menjadi salah satu kawasan yang kerap terdampak banjir, terutama saat hujan deras dan debet air dari hulu meningkat.
Pemkab Bandung sebelumnya telah menyiapkan rencana pembangunan kolam retensi di lahan sekitar 1,5 hektare di Desa Sukamanah. Sementara di Tegalluar, lahan yang disiapkan mencapai sekitar 3,5 hektare.
Dadang pun menyebut tiga usulan yang diberikan sudah disetujui oleh Dody. Proyek infrastruktur itu bakal segera dikerjakan pada tahun ini. Dengan begitu, dia berharap masalah banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung dapat segera diatasi.
"Insya Allah mulai dibangun dan dikerjakan tahun ini juga. Alhamdulillah ini kabar gembira untuk warga Kabupaten Bandung," ungkap dia.
Sebelumnya diberitakan, banjir menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung. Selama berhari-hari, banjir tak kunjung surut sehingga menganggu aktivitas warga dan menghambat perekonomian.