Arist pertanyakan aksi Ibu Negara hadapi maraknya kekerasan anak
"Ibu Negara juga harus muncul jangan berhenti ke Istana, harusnya ibu Negara turun tangan," kritiknya.
Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, mengaku kaget mendengar pembunuhan sadis Neng, bocah yang ditemukan di dalam kardus di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Dia mempertanyakan sikap pemerintah sampai kasus ini bisa terulang setelah kematian bocah Angeline.
"Pelajaran dari kasus ini adalah negara ini alpa terhadap keselamatan anak. DKI yang ramah anak harus jadi refleksi apakah betul DKI ramah terhadap anak," kata Arist ketika berkunjung ke kediaman korban di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Senin (5/10).
Selain itu, dia juga mempertanyakan kepedulian ibu negara Iriana Widodo terkait kasus kekerasan terhadap anak. "Ibu Negara juga harus muncul jangan berhenti ke Istana, harusnya ibu Negara turun tangan," lanjutnya.
Selain itu, satu hal yang sangat penting, kata Arist, adalah komunikasi yang dijalin keluarga dengan si anak. Menurutnya, dialog dalam keluarga bentuk perhatian kepada anak.
Baca juga:
Arist Merdeka Sirait soal pembunuhan Neng: Ini biadab
Bunuh balita yang diasuh, Ria dituntut 15 tahun penjara
Bocah SMP tewas misterius dengan luka berat di kepala
Pembunuhan Rokhimah, polisi sita alu dan piring berlumuran darah
Sebelum bunuh bosnya, 2 mantan security tempat karaoke pesta miras
Di hari menghilang, Neng pulang lewat jalan berbeda
Anjing pelacak endus jejak pembunuh Neng di rumah warga