LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Angka Kematian akibat Covid-19 di Garut Tinggi, Puskesmas Siaga 1

Bupati Garut Rudy Gunawan menetapkan siaga 1 untuk seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Garut. Penetapan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut setelah lebaran Idul Fitri.

2021-05-17 13:53:09
Corona di Indonesia
Advertisement

Bupati Garut Rudy Gunawan menetapkan siaga 1 untuk seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Garut. Penetapan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut setelah lebaran Idul Fitri.

Rudy mengaku bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan para Kepala Puskesmas. Selain itu, sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga akan kembali menghidupkan Satgas di seluruh lingkungan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPD).

"Sekarang ini adalah darurat 1 atau siaga 1 untuk Puskesmas. Kita akan melakukan langkah-langkah proaktif," sebutnya, Senin (17/5).

Advertisement

Penetapan tersebut setelah pihaknya melihat persentase angka kematian akibat virus corona di Garut melebihi nasional. Jika angka kematian akibat Covid-19 secara nasional hingga 15 Mei 2021 di angka 2,76 persen, maka di Kabupaten Garut angkanya mencapai 4,2 persen dengan total jumlah pasien yang meninggal mencapai 382 orang.

Dengan angka kematian itu, menurutnya Kabupaten Garut menjadi tertinggi di Indonesia karena lebih dari 4 persen. "Yang positif sekarang 9.083 orang, yang meninggal dunia 382 orang, jadi sudah 4,2 persen," jelasnya.

Dengan melihat kondisi ini, Bupati meminta agar seluruh jajaran tidak terlambat dalam penanganan pasien yang terpapar. Hal tersebut menurutnya harus dilakukan untuk menekan angka kematian akibat Covid-19.

Advertisement

"Jangan sampai nanti yang terkonfirmasi itu dalam keadaan yang sudah kondisi tubuhnya melemah, sehingga sulit untuk diobati, terlambat diobati sehingga mengakibatkan meninggal dunia. Langkah kita adalah menghentikan, membuat sesuatu yang ikhtiar, supaya angka kematian diturunkan, karena angka kematian kita sekarang sudah tinggi," tutup Rudy.

Baca juga:
Antisipasi Penyebaran Corona dari Klaster Keluarga, Ganjar Minta Warga Siaga
Menkes Pastikan Tempat Tidur Pasien Covid Hingga Obat-Obatan Tersedia
Empat Hari Usai Lebaran, Pemerintah Klaim Kasus Covid-19 Masih Terkendali
Warga Ibu Kota Pasang Spanduk Tolak Pemudik Tak Bawa Surat Bebas Covid-19
Dibawa Pekerja Migran, Dua Mutasi Covid-19 dari Afrika & London Masuk ke Jatim
23 Warga Sumber Solo Terpapar Covid-19 Diungsikan ke Asrama Haji
'Pocong Keliling' Sosialisasi Swab Antigen Gratis Bagi Pemudik di Cisauk

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.