LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Angka bunuh diri tinggi, Gunungkidul butuh dokter spesialis kejiwaan

Angka bunuh diri di Gunungkidul menjadi yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama Januari 2017 saja, tercatat ada sekitar 6 orang tewas karena bunuh diri dengan cara gantung diri. Gangguan psikologis atau kejiwaan ditengarai menjadi penyebab terbanyak terjadinya kasus bunuh diri di Gunungkidul.

2017-02-02 00:31:00
Gunung Kidul
Advertisement

Angka bunuh diri di Gunungkidul menjadi yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama Januari 2017 saja, tercatat ada sekitar 6 orang tewas karena bunuh diri dengan cara gantung diri. Gangguan psikologis atau kejiwaan ditengarai menjadi penyebab terbanyak terjadinya kasus bunuh diri di Gunungkidul.

Menanggapi hal ini, Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) berani hidup. Satgas ini berkomitmen dan diberi tugas untuk menekan angka bunuh diri.

"Kita akan terus mengoptimalkan dan meningkatkan komitmen satgas berani hidup. Meskipun demikian, andil masyarakat juga diperlukan. Salah satunya adalah dengan memantau lingkungan sekitar, apakah ada potensi bunuh diri di wilayahnya. Cirinya adalah adanya orang depresi di sekitarnya," kata Bandingah, Selasa (1/2).

Jika mengetahui ada warga sekitar yang depresi, segera untuk membawanya ke puskesmas terdekat. Dokter di Puskesmas sudah mendapatkan pelatihan untuk penanganan kejiwaan.

"Sebenarnya Pemkab masih kekurangan dokter spesialis kejiwaan di Gunungkidul. Saat ini baru ada satu dokter spesialis kejiwaan di Gunungkidul. Dokter itu ditugaskan di RSUD Gunungkidul," jelas Badingah.

Badingah menambahkan, Pemkab Gunungkidul berharap ada dokter spesialis kejiwaan yang mau ditempatkan di wilayah Gunungkidul dan sekitarnya. Harapannya, kata Badingah, semakin banyak dokter spesialis kejiwaan yang bekerja di Gunungkidul sehingga bisa melayani lebih banyak lagi warga dan mampu menekan angka bunuh diri.

Adapun kasus bunuh diri tahun 2016 sebanyak 30 orang tewas, dan 3 orang percobaan. Angka kasus bunuh diri di Gunungkidul rata-rata 25 orang pertahun.

Untuk data tertinggi kasus bunuh diri ada di 2012, yakni mencapai angka 39 orang. Kemudian jumlah tersebut turun pada 2013 menjadi 29 kasus. Tahun berikutnya, yaitu 2014 kembali turun menjadi 19 kasus dan tahun 2015 turun menjadi 28 kasus bunuh diri, dan 3 orang percobaan.

Baca juga:
Polisi belum mampu ungkap penyebab Bripda Saka gantung diri
Akhir hidup tragis sang polisi humoris Bripda Saka
Begini kronologi Bripda Saka gantung diri di rumah perwira polisi
Diduga, Bripda Saka gantung diri akibat depresi kerja
Anggota Sabhara Polda Sumsel ditemukan tewas gantung diri

(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.