Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Begini kronologi Bripda Saka gantung diri di rumah perwira polisi

Begini kronologi Bripda Saka gantung diri di rumah perwira polisi Ilustrasi Bunuh Diri. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang anggota Direktorat Sabhara Polda Sumsel, Bripda Saka Risman Putra (22) ditemukan tewas gantung diri. Korban baru dua tahun menjadi anggota polisi itu dimakamkan di kampung salah satu keluarganya.

Dari data kepolisian, korban pertama kali ditemukan teman seprofesinya, Bripda Mukhlisin tergantung di kamar berada di lantai dua rumah milik seorang perwira polisi, Komplek Pondok Palem Indah, Blok R-95, Nomor 07, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, Kamis (26/1) pukul 05.30 WIB.

Saat itu, saksi Bripda Mukhlisin tidur di lantai bawah kesal mendengar tiga kali suara alarm dari ponsel korban. Lalu, Mukhlisin mengetuk pintu kamar korban, namun tak ada jawaban. Saksi akhirnya mendobrak pintu dan melihat korban sudah tergantung di trali jendela menggunakan sabuk warna hitam.

Ayah angkat korban, Zumbri (49) mengatakan, korban terbiasa menginap di rumah rekannya itu sejak beberapa bulan lalu. Zumbri mengaku masih sempat bertemu bahkan menyuruh korban membeli nasi pada malam sebelum ditemukan tewas.

"Saya kaget Saka berbuat begitu. Dia itu humoris, semalam ngobrol sama dia, makan bareng juga, tidak ada yang heran," kata Zumbri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Cahyo Budi Siswanto mengungkapkan, dari hasil visum dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, dirinya belum menyimpulkan kematian korban karena murni bunuh diri. "Yang jelas masih diselidiki dulu penyebabnya apa," ujar Cahyo.

Atas permintaan keluarga, jenazah korban langsung dimakamkan di Desa Tirta Makmur, Simpang 4, Jalur 20, Sembokor, Kecamatan Air Sugihan, Banyuasin, Sumsel.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP