LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Anggota Polsek Kembangan berdalih membela diri, tak tahu Titin tewas

Martinus mengatakan para polisi itu sudah menangkap pelaku tapi diserang.

2015-03-16 09:43:54
Peluru Nyasar
Advertisement

Kasus tewasnya ibu rumah tangga, Titin Komariah (35 tahun), akibat peluru nyasar pada Kamis (12/3) pekan lalu menemukan titik terang. Warga Ciseket Barat, Mekar Sari, Panimbang, Pandeglang, Banten, diduga kuat meregang nyawa lantaran tertembus peluru nyasar saat Anggota Reserse Kriminal Polsek Kembangan, Jakarta Barat, baku tembak usai menangkap pelaku begal.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, mengatakan saat itu tiga anggota Polsek Kembangan, Jakarta Barat, melakukan operasi penangkapan begal hingga ke Pandeglang, Provinsi Banten. Tetapi, saat hendak pulang mereka terlibat baku tembak dengan sekelompok orang diduga pelaku kriminal di wilayah itu.

"Sebenarnya anggota telah menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor dengan mengamankan barang bukti, namun mendapatkan serangan dari sekelompok pelaku kejahatan," kata Martinus di Jakarta, Senin (16/3).

Martinus menambahkan, selepas menangkap pelaku kejahatan, tiga anggota Unit Reserse Kriminal Polsek Kembangan sempat beristirahat di penginapan di desa sekitar lokasi penangkapan. Tetapi, lanjut dia, pagi harinya sekelompok pelaku begal menyerang ketiga anggota kepolisian itu dengan melepaskan tembakan. Karena berusaha mempertahankan diri, menurut dia, petugas meladeni serangan itu dan terjadilah aksi baku tembak.

Martinus menambahkan, tiga anggota Polsek Kembangan itu sedang mengembangkan penanganan kasus perampasan sepeda motor di wilayah hukum mereka. Sayangnya, dalam peristiwa itu Titin wafat dengan luka tembak pada lengan hingga tembus dada. Saat itu dia sedang memetik jamur di dekat rumahnya. Belum diketahui peluru pihak siapa bersarang di jasad Titin. Dia meninggalkan tiga anak dan seorang suami. Polisi lantas memberi santunan Rp 40 juta kepada keluarga dan menjanjikan menanggung seluruh biaya pendidikan anak korban.

Martinus menyatakan Polda Banten masih menyelidiki korban tewas tertembak peluru anggota Polsek Kembangan atau pelaku kejahatan itu.

Baca juga:
Kapolda Banten: Belum ada bukti baku tembak saat Titin tewas
Tewaskan ibu rumah tangga, anggota Polsek Kembangan terancam dipecat
Titin tewas diduga salah tembak, 7 anggota Polres Jakbar diperiksa
Ini modus polisi bungkam keluarga korban peluru nyasar
Ini penjelasan Polres Jakbar soal peluru nyasar tewaskan Ibu anak 3

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.