Ini modus polisi bungkam keluarga korban peluru nyasar
Merdeka.com - Titin (35) tewas setelah peluru nyasar yang meletus dari pistol anggota polisi, mengenai dirinya yang sedang mencari jamur di sawah untuk lauk suami dan anak-anaknya, Kamis (12/3).
Peristiwa nahas ini terjadi pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB. Saat warga Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, ini sedang asyik mencabut jamur, terdengar suara tembakan sebanyak lima kali. Diperkirakan sumber tembakan berjarak sekitar 100 meter dari Titin.
Berbarengan dari muntahan peluru tersebut, tubuh Titin tersungkur. Ibu tiga anak ini tewas seketika di lokasi. Peluru yang mengenainya merobek lengan dan tembus payudara dan rusuk.
Jantung suami Titin, Dede Kartono (39) berdetak kencang begitu diberitahu tetangga bahwa istrinya tewas tertembak. Seketika itu juga dia berlari ke sawah memastikan kabar menggemparkan tersebut.
"Saya enggak tahu istri saya ambil jamur. Baru hari ini ambil jamur, buat dimakan. Anak nangis yang di rumah karena ingin nete (ASI), warga teriak-teriak ada mayat di sawah," kata Dede kepada wartawan, Kamis (12/3).
Saat melihat korban dari jarak jauh, Dede bisa memastikan bahwa yang meninggal adalah istrinya. Dirinya tidak berani memegang korban yang telah berlumuran darah dengan luka di bagian dada. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya