Anggota DPR Lepas Pemberangkatan JCH Kloter 16 Makassar, Ingatkan Kesiapan Lahir Batin
Anggota Komisi XIII DPR, Meity Rahmatia, secara resmi melepas Pemberangkatan JCH Kloter 16 Makassar di Asrama Haji Sudiang, mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keikhlasan selama ibadah haji.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, secara resmi melepas keberangkatan jamaah calon haji (JCH) Kloter 16 Embarkasi Makassar. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (02/5). Meity Rahmatia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bertemu para calon tamu Allah.
Kloter 16 ini merupakan gabungan calon haji dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka berasal dari Kabupaten Gowa, Maros, Pinrang, dan Takalar. Total 393 calon haji diberangkatkan menuju Tanah Suci, termasuk enam orang tim pendamping haji.
Dalam sambutannya, Meity Rahmatia menekankan pentingnya persiapan spiritual dan fisik bagi seluruh jamaah. Ia mengajak JCH untuk memperkuat keimanan dan menjaga kesehatan. Selain itu, ia juga mengingatkan agar meluruskan niat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Komposisi JCH Kloter 16 dan Pesan Spiritual
Jamaah calon haji Kloter 16 Embarkasi Makassar terdiri dari 111 orang dari Kabupaten Gowa, 74 orang dari Maros, 133 orang dari Kabupaten Pinrang, dan 69 orang dari Kabupaten Takalar. Dengan tambahan enam tim pendamping, total 393 calon haji siap diberangkatkan menuju Tanah Suci. Keberangkatan ini menjadi momen penting bagi para calon jemaah.
Meity Rahmatia mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat keimanan dan menjaga kesehatan selama menunaikan ibadah haji. Ia menekankan bahwa ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin. Kesiapan ini menjadi kunci utama dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah.
Menurutnya, jamaah perlu memperkuat jasmani agar tetap sehat selama menjalani rangkaian ibadah. Selain itu, penting juga untuk menyatukan batin dengan penuh keikhlasan kepada Allah SWT. “Perkuat jasad kita dengan kesehatan jasmani dan satukan batin kita hanya kepada Allah SWT,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar jamaah meninggalkan segala bentuk kesyirikan dan meluruskan niat semata-mata karena Allah.
Fokus Ibadah dan Kesehatan di Tanah Suci
Anggota Komisi XIII DPR tersebut mengingatkan jamaah agar melepaskan sementara urusan duniawi, seperti jabatan dan harta benda, selama menjalankan ibadah haji. Ia menilai kunci utama meraih haji mabrur adalah keikhlasan. “Sehebat apa pun manusia, dengan segala kekuasaan dan harta yang dimiliki, semuanya akan ditinggalkan saat kita menghadap Sang Pencipta,” katanya.
Meity Rahmatia juga menambahkan bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan istimewa untuk menjalani wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah. Oleh karena itu, jamaah diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Momen wukuf adalah puncak dari ibadah haji yang sangat sakral.
Selain itu, ia mengharapkan jamaah menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berisiko. Contohnya seperti berdesakan untuk mencium Hajar Aswad. “Jaga kondisi, jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan kita,” tegasnya. Ia meminta jamaah fokus pada ibadah dan keselamatan diri selama di Tanah Suci.
Apresiasi Semangat Jamaah Lansia
Dalam kesempatan tersebut, Meity Rahmatia juga menyoroti keberagaman usia jamaah calon haji. Ia menyebutkan adanya jamaah lanjut usia yang mencapai umur 95 tahun. Kehadiran jamaah lansia menunjukkan semangat yang luar biasa.
Ia mengapresiasi semangat jamaah lansia yang tetap bertekad menunaikan ibadah haji. Semangat ini menjadi inspirasi bagi jamaah lainnya. Keberangkatan mereka membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk memenuhi panggilan Allah.
Meity Rahmatia berharap seluruh jamaah Kloter 16 dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Doa terbaik menyertai perjalanan spiritual mereka. Semoga setiap langkah ibadah diterima oleh Allah SWT.
Sumber: AntaraNews