Anak Ba'asyir Benarkan Ahmad Zain An-Najah Pernah Mondok di Ngruki
Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim atau akrab dipanggil Ustaz Iim membenarkan jika Ahmad Zain An-Najah pernah menjadi salah satu santri di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo. Namun ia tidak mengetahui tahun berapa.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan, tersangka kasus dugaan terorisme, Ahmad Zain An-Najah (AZ), memiliki kedekatan dengan petinggi jaringan Jamaah Islamiyah (JI) Abu Bakar Ba'asyir dan Abdullah Sungkar. BNPT bahkan menyebut bahwa Zain merupakan alumni pondok pesantren Al Mukmin Ngruki yang didirikan Abu Bakar Ba'asyir.
"Ahmad Zain An-Najah itu memang dia terkait dengan sebagai alumni pesantren Al Mukmin Ngruki yang didirikan oleh Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar," kata Direktur Pencegahan BNPT RI, Brigjen Ahmad Nurwakhid saat dihubungi, Rabu (17/11).
Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim atau akrab dipanggil Ustaz Iim membenarkan jika Ahmad Zain An-Najah pernah menjadi salah satu santri di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo. Namun ia tidak mengetahui tahun berapa.
"Setahu saya benar, ya betul. Dia memang dari sini dulu. Wah kalau tahunnya saya lupa. Ngruki itu kan sudah meluluskan puluhan ribu, alumninya puluhan ribu. Enggak ingat kalau tahunnya," ujar Abdul Rochim saat dihubungi merdeka.com, Rabu (17/11).
"Kalau di sini berarti ya SMP. Saya itu lupa tahunnya berapa, tetapi sudah lama sekali," katanya lagi.
Iim mengaku baru mengenal Ahmad Zain setelah menjadi pendakwah kondang. Komunikasi dengan Ahmad Zain juga hampir tidak pernah dilakukan olehnya maupun ayahnya. Bahkan selama Ba’asyir bebas dari penjara juga tidak melakukan komunikasi, baik secara langsung maupun melalui alat komunikasi lainnya.
"Kita memang sama beliau tidak pernah komunikasi. Artinya, kita mempunyai kesibukan masing-masing, beliau aktif di Jakarta di MUI. Jadi memang nggak pernah komunikasi. Tetapi memang kalau pernah disininya pernah, sekolah di Ngruki," tandasnya.
Meskipun Ahmad Zain pernah menimba ilmu di Ponpes Al Mukmin, ia minta agar hal tersebut tidak dikait-kaitkan. Ia menilai BNPT maupun kepolisian tidak adil karena selalu mengaitkan terduga terorisme dengan sekolah asal. Berbeda dengan koruptor yang tak pernah disebut.
"Padahal koruptor itu lebih merusak negara ini. Saya bisa jamin pak Dr Zain An-Najah tidak merusak negara ini, dia mendidik. Bahkan mengembangkan anak bangsa. Kalau koruptor kan menghancurkan negara," katanya.
Iim tidak mengetahui pasti apakah selepas lulus dari Ngruki, Zain An-Najah pernah berkunjung lagi ke Ngruki. Sehingga baik dirinya maupun Ba’asyir tidak pernah bertemu. Apalagi jika melihat kesibukan yang bersangkutan.
"Saya rasa tidak pernah ada komunikasi (dengan Ba'asyir), apalagi masalah-masalah perjuangan dan sebagainya. Setahu saya ndak pernah sama sekali Ustaz Zain An-Najah itu," jelasnya.
Iim menegaskan, secara pribadi tidak mengenal dekat Zain An-Najah. "Kenal dekat sih tidak. Tetapi siapa sih yang tidak kenal beliau. Beliau kan cukup dikenal di seantero dakwah di Indonesia ini. Banyak tulisan-tulisan ilmiahnya, banyak jadi rujukan di dalam masalah-masalah keagamaan lah," katanya.
Demikian juga dengan Ba'asyir, menurutnya, Ahmad Zain An-Najah juga tidak mempunyai kedekatan.
"Kalau sama beliau jarang sekali. Nggak pernah lah. Saya mungkin, sudah berapa tahun ya, saya enggak ingat sama sekali. Apalagi setelah pulang (bebas dari penjara) ini sama sekali tidak," pungkas dia.
Baca juga:
Dana Infak Dipakai untuk Lawan Negara, Izin Lembaga Amil Zakat BM ABA Sudah Dicabut
PKB Minta MUI Gandeng BIN-BNPT untuk Periksa Internal agar Bebas dari Radikalisme
MUI akan Profiling Internal Imbas Penangkapan Anggota terkait Dugaan Terorisme
Alat Bukti Cukup, Polri Tak Geledah MUI Pusat terkait Penangkapan Terduga Teroris
Polri Sebut Penangkapan Farid Okbah dan Anggota MUI Mengacu BAP 28 Tersangka Teroris
Polri Ungkap Ada 28 BAP yang Libatkan 3 Terduga Teroris JI Bekasi
Ormas di Solo Protes Prosedur Penangkapan Farid, Ahmad Zain dan Anung