Akses jalan terputus, 13 desa di Pacitan terisolir akibat banjir dan longsor
Banjir bandang di Pacitan memutus total akses jalan. Sejak Selasa (28/11) malam, banjir meluas dan merendam 13 desa. Sekitar 4.000 warga terkena dampaknya. Bencana alam juga menelan 11 korban tewas akibat tertimbun longsor dan hanyut terbawa arus banjir.
Badai ekstrem Siklon Tropis Cempaka melanda Pacitan, Jawa Timur. Bencana banjir, longsor, dan angin puting beliung menyebabkan kota kelahiran Presiden RI-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini lumpuh total.
Banjir bandang di Pacitan memutus total akses jalan. Sejak Selasa (28/11) malam, banjir meluas dan merendam 13 desa. Sekitar 4.000 warga terkena dampaknya. Bencana alam juga menelan 11 korban tewas akibat tertimbun longsor dan hanyut terbawa arus banjir.
Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dari 11 korban itu, tujuh di antaranya tertimbun longsor. Mereka berasal dari Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung. Kemudian, dua korban lainnya berasal dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo. Tim Emergency Response ACT mengaku mengalami kesulitan akses menuju lokasi bencana.
"Beberapa tim kami masih tertahan di perbatasan Pacitan karena jalan terputus karena tertimbun longsoran," jelas Koordinator Zona Selatan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT wilayah Jawa Timur, Basuki via WA-nya, Rabu (29/11).
Basuki mengabarkan, timnya mencoba masuk ke 13 desa yang terisolir. Desa-desa terdampak banjir itu antara lain Desa Sirnoboyo, Sukoharjo, Kayen, Kembang, Ploso, Arjowinangun, dan Sidoharjo di Kecamatan Pacitan.
Kemudian Desa Purworejo, Banjararjo, Kebon Agung di Kecamatan Kebon Agung. Sementara di Kecamatan Arjosari banjir merendam Desa Pagutan, Jatimalang, dan Desa Arjosari.
"Hingga Rabu pagi tadi, beberapa tim Emergency Response ACT sebagian sudah berada di Pacitan. Mereka berhasil menembus titik longsoran dari arah Ponorogo yang sempat terputus akibat longsor kemarin," ungkap Basuki.
Leader tim Emergency Response ACT, Lukman Solehuddin menambahkan, untuk respons banjir Pacitan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Pacitan, TNI/Polri, Basarnas, dan relawan lainnya untuk memulai proses evakuasi. Khususnya di belasan desa yang dikabarkan masih terisolir.
"Kondisi pagi ini Alhamdulillah cuaca cukup cerah. Meski ada kemungkinan hujan bakal turun kembali jelang sore nanti. Kendala di lapangan hari ini adalah angin kencang dan debit sungai yang masih deras. Proses pencarian korban longsor bakal menjadi prioritas. Dapur umum ACT akan segera didirikan di posko pengungsian," ucap Lukman.
Baca juga:
Pacitan dikepung banjir, 4.000 warga diungsikan ke masjid dan GOR
Banjir dan longsor di Pacitan, 454 trafo PLN dipadamkan
Banjir di Porong masih tinggi, 22 kereta api tak bisa melintas
Puluhan desa di Sukoharjo terendam luapan Bengawan Solo
4 Orang meninggal terdampak siklon tropis cempaka di Yogyakarta