Ahok akan tutup paksa 5 rumah warga pemicu banjir di Kemang
Pemerintah DKI akan membeli tanah lain agar rumah yang ditutup paksa itu bisa dibangun kembali.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, akan menutup paksa lima rumah kosong yang memicu banjir di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Rumah kosong tersebut mengalami jebol pada bagian dindingnya.
"Solusi awal kita paksa tutup rumah itu, kita mesti tutup supaya airnya enggak lewat terus," kata Ahok saat menghadiri acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Masyarakat Belitung di Gedung Rimbawa II, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta Pusat, Minggu (28/8).
Tak sekedar menutup, Ahok mengaku akan mengirim alat berat untuk menggali kali Krukut lebih dalam. Selanjutnya pemerintah provinsi DKI akan membeli tanah lain agar rumah yang ditutup paksa itu bisa dibangun kembali di lahan baru.
"Solusinya kita beli tanah aja. Kita enggak mungkin ganggu orang yang sudah punya izin, itu ada kajian-kajian," ujarnya.
Semula, Ahok mengungkapkan banjir yang terjadi di kawasan Kemang dengan ketinggian di atas 50 sentimeter dipicu oleh jebolnya dinding rumah warga.
"Bukannya gerojongan Kalut dari Kali Krukut, tapi ada lima rumah orang yang dindingnya jebol," ungkap Ahok.
Menurut dia, rentangnya jebol dinding rumah tersebut diakibatkan sebagian besar warga Kemang membangun rumah persis di pinggiran sungai. Terlebih kajian ilmiah dari para pengembang di kawasan Kemang tak bisa dibantah.
"Itu ada kajian-kajian, susah berdebat karena secara ilmiah. Makanya saya menyayangkan kenapa Kemang yang harusnya daerah resapan air kok bisa keluar kajian-kajian boleh bangun," tuntasnya.
Baca juga:
Yusril minta Ahok tak berkelit soal banjir di Kemang
Penyempitan Kali Krukut dinilai ikut picu banjir di Kemang
Kondisi mobil-mobil usai terendam banjir di Kemang
Ahok menyesal Kemang mestinya daerah resapan malah digarap
Mobil mewah ini ikut terendam banjir di Kemang