LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ahli Psikologi Klinis: Karakter Bharada E Lebih Menghindari Konflik

Liza dihadirkan kuasa hukum Richard Eliezer sebagai saksi meringankan dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

2022-12-26 20:16:10
Bharada Eliezer
Advertisement

Sosok Bharada Richard Eliezer diungkapkan oleh ahli psikolog klinis dewasa, Liza Marielly Djaprie memiliki kepribadian yang cenderung untuk menghindari konflik. Hal tersebut dikatakannya selama mendampingi Richardd dan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Liza dihadirkan kuasa hukum Richard Eliezer sebagai saksi meringankan dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Richard, Ronny Talapessy mulanya menanyakan bagaimana hasil dari tes kejiwaan kliennya usai dilakukan tes wawancara bersama dengan keluarga Richard. Apakah sosok Richard yang tidak bisa memilih saat diberikan pilihan.

Advertisement

Liza pun menjelaskan dalam pandangan ilmu psikologi doktrin dari pihak keluarga kalau Richard tidak ada indikasi yang menjadikanmya sosok yang patuh .

"Kalau dikatakan oleh penasihat hukum apakah ada situasi keluarga atau 'doktrin keluarga' yang menyebabkan Richard Eliezer tumbuh menjadi individu yang patuh, sebenarnya saya tidak melihat itu dari diskusi dengan orang tua, dari diskusi dengan Richard juga," ungkap Liza di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (26/12).

Menurutnya, Bharada E dapat tumbuh menjadi sosok yang kerap menghindari konflik atas analisisnya terhadap lingkungan sekitar.

Advertisement

"Hasil pertama karakternya Richard yang memang lebih permisif dan lebih menghindari konflik. Yang kedua observasinya dia pada lingkungan," papar Liza.

"Ada proses analisa, ada proses dia melihat melalui panca inderanya, kondisi lingkungannya seperti apa. Richard melihat kakaknya jauh lebih nakal. Jadi dia cenderung, untuk karena kakaknya sudah nakal, 'aku jadi anak yang baik deh, kasian Papah mamah'. Itu dia terlatih untuk menjadi individu yang patuh," tambah dia.

Dari pribadi yang cenderung hindari konflik tersebutlah yang membuat Eliezer menjadi individu yang dekat dengan agama dan patuh terhadap orangtua. Lalu terus diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari.

"Kemudian dari sisi agama juga dia cenderung banyak mendengar bahwa anak patuh pada orang tua. Jadi itu semakin terasa, bibitnya sudah ada. Tapi kemudian itu semakin terasa dalam pengalaman dia sehari-hari," katanya.

Baca juga:
Perintah Sambo ke Bharada E buat Tembak Brigadir J, Jiwa Korsa Menyimpang
Kepatuhan Bharada E Berujung Tewaskan Brigadir J, JPU: Itu Tidak Dibenarkan
VIDEO: Hasil Ahli Psikologi Bharada E: Anak Penurut & Menghindari Konflik
VIDEO: Bharada E Rayakan Natal Sederhana Bareng Keluarga di Rutan Bareskrim Polri
VIDEO: Romo Franz Nilai Kasus Sambo-Eliezer Bak Era Nazi
VIDEO: Romo Frans Sebut Tindakan Eliezer ke Brigadir J Tak Bisa Dikatakan Jahat
Berdasarkan Pengujian, Psikolog Nilai Bharada E Punya Tingkat Kejujuran Tinggi

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.