LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ahli digital forensik jawab keraguan kuasa hukum Jessica soal CCTV

"Analoginya, seperti puzzle huruf A, meski kepingan puzzle satu atau dua menghilang, orang mengenal puzzle itu huruf A."

2016-08-10 17:44:09
Jessica Tersangka
Advertisement

Pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan meragukan rekaman CCTV yang ditayangkan dalam sidang perkara kematian Wayan Mirna Salihin. Sebab, rekaman CCTV yang ditampilkan terlihat pecah dan tak menunjukkan Jessica menuangkan racun sianida ke dalam kopi untuk Mirna.

Saksi ahli Digital Forensik Mabes Polri AKBP Muhammad Nuh Al Azhar mengakui rekaman yang diputarnya itu tak jelas lantaran direkam oleh kamera CCTV dan lumrah terjadi. Sebab gambar hasil CCTV kualitasnya tidak seperti kamera profesional. Tapi berdasarkan ilmu forensik digital, rekaman itu masih bisa diolah.

"Dalam kasus Mirna ini, yang merekam aktivitas Jessica hanya dua. Satu yang ada di belakang dan dua yang ada di depan Jessica. Sementara yang merekam aktivitas terdakwa sendiri ada di depan, CCTV dengan objek sekitar 12 meter," kata Nuh di depan Majelis Hakim di ruang Koesoema Atmadja Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/8).

Tak hanya itu, posisi Jessica sejajar dengan tanaman hias yang ada di kafe Olivier, juga menjadi salah satu penyebab kamera CCTV tak merekam peristiwa secara utuh. Namun demikian, gerakan tangan, kepala, dan badan masih terlihat. Sehingga tetap bisa dilakukan analisis.

"Dalam hal ini disebut distorsi gambar. Analoginya, seperti puzzle dengan gambar utuh huruf A. Jadi, meski kepingan puzzle satu atau dua menghilang, tapi tetap saja orang mengenal puzzle itu dengan huruf A," jelas dia.

Dalam rekaman itu tak terlihat ada gerakan Jessica menuangkan sesuatu ke dalam gelas. Karena, tertutup dengan 3 paper bag di meja yang disusun sejajar dengan tanaman hias di kafe itu. Namun dengan kondisi demikian, tetap bisa dianalisa oleh Nuh.

Dari analisa Nuh, gerakan tangan kanan dan kiri yang bergantian masuk ke dalam tas, disimpulkannya terdakwa memasukkan sesuatu.

"Itu satu keutuhan Yang Mulia. Contoh analogi, suara. Saya miliki anak kembar identik. Dan ketika dari depan bersuara saya bisa membedakan. Dari bersuara saya tahu anak yang mana. Tapi saya telepon, saya tidak tahu. Kalau distorsi gambar, misalnya anda beli celana, orang awam biasanya bingung membedakan mana warna cokelat dan hijau. Hal ini disebabkan karena cahaya lampu di ruangan warna kuning. Untuk kasus ini, bukan distorsi warna yang kami analisis, tapi gerakan Jessica sendiri," papar Nuh.

Baca juga:
Soal rekaman CCTV, penasihat hukum Jessica dan saksi ahli debat
Saat evakuasi Mirna, terekam Jessica garuk paha & kedua tangan
Mengaku sahabat baik ayah Mirna, Roy Suryo hadiri sidang Jessica
Dari 29 video, ahli forensik analisis 7 video CCTV Cafe Olivier
Ekspresi murung Jessica saat lihat CCTV diputar di persidangan
Pengacara Jessica ragukan keaslian rekaman CCTV yang diputar ahli
Aksi Hakim Bao gelar ritual di persidangan Jessica

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.