9 Nelayan Aceh Timur ditemukan terapung di Selat Malaka
Sebab kapal tenggelam belum diketahui. Namun, saat ini, gelombang di perairan Malaka sedang tinggi.
Kapal Kurushima berbendera Jepang berhasil menyelamatkan 9 nelayan asal Aceh Timur yang terapung-apung di perairan Selat Malaka, Kamis (1/9) dini hari. Mereka selamat setelah mendapatkan pelampung dari kapal asal Jepang yang kebetulan melintas.
Informasi yang dihimpun merdeka.com, setelah melihat 9 nelayan terapung, pihak kapal langsung menghubungi pihak SAR Sumatera Utara (Sumut), Medan. Pihak SAR Sumut pun langsung melakukan evakuasi.
Semua nelayan dibawa ke Belawan, Medan dan ditampung sementara di kantor SAR Belawan, Medan Sumut. Saat ini, semua nelayan sedang menjalani pemeriksaan medis dan semua ABK dikabarkan dalam kondisi sehat.
Panglima Laot Idi Rayeuk, Aceh Timur, Hasballah, membenarkan peristiwa itu. Namun, dia mengaku belum mendapatkan data lengkap soal identitas para nelayan.
"Benar, tapi saya belum ada data lengkap dan belum tahu kepastian, sekarang kami sedang mencari informasi, kami dengar memang dibawa ke Medan," kata Hasballah alias Abu Balah via telepon genggamnya.
"Nanti saya kasih tahu lagi ya, sekarang saya sedang koordinasi dulu dengan para pihak," sambungnya.
Hingga sekarang belum diketahui secara pasti penyebab tenggelamnya kapal tersebut. Namun menurut data dari BMKG Aceh, beberapa hari ini gelombang tinggi melanda perairan Timur Aceh, terutama di Selat Malaka dengan ketinggian mencapai 3 meter.
Baca juga:
Cuaca buruk, satu kapal berisi 13 ABK di Pariaman hilang di laut
Semua korban kapal tenggelam ditemukan, pencarian disetop
Empat korban perahu tenggelam ditemukan sudah tewas
Perahu tenggelam yang tewaskan 10 orang tak dilengkapi pelampung
5 Kapal TNI AL diterjunkan cari korban perahu pompong yang tenggelam
Perahu pompong berisi 16 penumpang tenggelam akibat cuaca buruk
Kapal pompong di Tanjung Pinang tenggelam, 10 orang tewas