9 Bencana Terjadi di Tasikmalaya dalam 15 Hari, Tanah Longsor Mendominasi
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Irwan mengatakan, sekurangnya sembilan bencana alam terjadi di wilayahnya menyusul tingginya curah hujan belakangan ini. Bencana yang paling banyak terjadi yakni tanah longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Irwan mengatakan, sekurangnya sembilan bencana alam terjadi di wilayahnya menyusul tingginya curah hujan belakangan ini. Bencana yang paling banyak terjadi yakni tanah longsor.
"Seperti diketahui, di wilayah Kabupaten Tasikmalaya akhir-akhir ini sering diguyur hujan. Berdasarkan informasi dari BMKG saat ini sudah masuk musim hujan. Berdasarkan pendataan kita sejak 18 Oktober hingga saat ini terjadi sembilan kejadian bencana. Rata-rata merupakan kejadian tanah longsor, tapi dalam skala kecil," kata Irwan, Selasa (2/11).
Irwan menyebut ada rumah warga dan jalan yang terdampak longsor. Namun ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat peristiwa yang terjadi dalam 15 hari terakhir.
"Aktivitas masyarakat juga sudah kembali seperti biasa,"sebutnya.
Irwan mengungkapkan bahwa berdasarkan arahan dari BPBD Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya masuk dalam kategori darurat banjir dan longsor. "Bupati juga telah menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor mulai November hingga Januari," ungkapnya.
BPBD Kabupaten Tasikmalaya telah mengirimkan surat imbauan kepada masyarakat melalui kecamatan dan desa untuk selalu waspada dengan kondisi cuaca saat ini. "Masyarakat juga diminta memantau lingkungan sekitar. Apabila ada tanda-tanda akan terjadi bencana, segera menghubungi aparat desa setempat atau BPBD. Peralatan juga kita sudah koordinasi dengan dinas terkait dan pihak swasta karena BPBD belum memiliki alat berat untuk penanganan bencana. Mereka sudah siap 24 jam apabila dibutuhkan ketika terjadi bencana," tutup Irwan.
Baca juga:
Curah Hujan Tinggi, BPBD Tangerang Pinta Warga Bantaran Sungai Lakukan Ini
Cipinang Melayu Banjir, Sejumlah Warga Dievakuasi ke Kampus Borobudur
Antisipasi Dampak La Nina, BNPB Ingatkan Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi Bencana
Kemendagri: Informasi Kebencanaan Penting Disediakan Pemda
Menteri PUPR Basuki Minta Bendungan Jatiluhur Purwakarta Dikosongkan, Ini Alasannya
Waspada Cuaca Ekstrem Dampak La Nina di Indonesia