Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Curah Hujan Tinggi, BPBD Tangerang Pinta Warga Bantaran Sungai Lakukan Ini

Curah Hujan Tinggi, BPBD Tangerang Pinta Warga Bantaran Sungai Lakukan Ini Banjir di Tangerang. ©2017 merdeka.com/mitra ramadhan

Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana di musim penghujan. Khususnya bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Bambang Sapto mengatakan, potensi bencana tersebut cukup besar. Mengingat curah hujan di wilayah Kabupaten Tangerang terpantau meningkat belakangan.

"Masyarakat di imbau meningkatkan kewaspadaan keadaan kondisi alam yang terjadi saat ini, terutama di sekitar bantaran sungai yang mengakibatkan debit air meluap,” kata Bambang kepada wartawan, Senin (01/11), dilansir dari Antara.

Mengamati Kondisi Debit Air

banjir di tangerang tak kunjung surut

Banjir di Tangerang ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Dalam keterangannya Bambang menyebutkan sejumlah langkah agar bisa meminimalisasi bencana hidrometeorologi tersebut. Salah satunya dengan aktif mengamati debit air di sungai.

Ia mengatakan, Provinsi Banten selama beberapa minggu terakhir sedang dilanda hujan lebat di beberapa wilayahnya. Sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi debit air di sungai.

“Jadi selain waspada, juga aktif dalam mengamati kondisi debit air," kata Bambang.

Wilayah Solear, Cisoka dan Jayanti Jadi Perhatian

Adapun masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang dan Pandeglang yang dilintasi aliran sungai seperti Solear, Cisoka dan Jayanti diminta lebih meningkatkan perhatiannya terhadap volume air yang melintas.

Sejauh ini pihak BPBD juga terus menggencarkan berbagai upaya mitigasi melalui pendirian posko-posko pemantauan bencana di 10 titik, seperti Kecamatan Kosambi, Pakuhaji, Sepatan, Mauk, Kronjo, Balaraja, Cisoka, Tigaraksa, Sepatan, Kelapa Dua, dan Curug.

"Kami juga selalu menyiagakan personel dan menyiapkan alat-alat penyelamatan pada waktu bencana terjadi secara rutin. Jadi kita siapkan semua," ujarnya.

Ancaman Bencana Angin dan Pohon Tumbang

Di luar banjir, ada pula potensi bencana lain yang patut menjadi perhatian yakni angin kencang, pohon tumbang hingga longsor imbas hujan deras.

"Selain banjir, dari info yang kita terima pekan ini ada pohon tumbang di wilayah Tigaraksa, kemudian longsor di Tanjung Anom, oleh karenanya kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan lagi," ungkapnya.

Mencakup itu semua, pihak BPBD juga memberikan langkah edukasi terkait bentuk penanganan melalui pendirian Desa Tangguh Bencana (Destana).

Nantinya akan ditempatkan sejumlah relawan bencana yang sudah dibekali ilmu pengetahuan, di total 107 desatana dari total target 274 destana. "Untuk pembangunan destana ditargetkan hingga akhir 2023 dengan total 274 destana di desa/kelurahan," tuturnya.

Sampah Jadi Penyebab

Berdasarkan bencana sebelumnya, banjir selalu diakibatkan oleh tumpukan sampah yang menyumbat, sehingga pola hidup bersih termasuk pengelolaan sampah perlu diperhatikan.

Bambang berharap, setiap destana yang telah dibentuk bisa membantu mensosialisasikan seputar kesiapsiagaan menghadapi bencana serta menjaga kelestarian lingkungan. "Dari pengalaman sebelumnya itu selalu banjir diakibatkan oleh adanya tumpukan sampah yang menyumbat. Oleh karenanya kami mengimbau masyarakat harus lebih meningkatkan kesadaran akan kebersihan dalam membuang sampah dan juga dalam pemeliharaan saluran-saluran sungai di sekitar tempat tinggal masing-masing," kata dia.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP