LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

70 Ormas anti-PKI ikut ramaikan simposium tandingan

Acara tersebut dipelopori oleh Gerakan Bela Negara.

2016-05-30 16:15:52
Komunisme
Advertisement

'Simposium Nasional bertajuk Mengamankan Pancasila dari Ancaman kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi Lain', akan menggelar rapel akbar. Menurut Ketua Pelaksana Simposium Letjen TNI Purn Kiki Syahnakri, acara yang akan digelar pada tanggal 1-2 Juni, bertujuan untuk melindungi ancaman terhadap bangsa Indonesia.

"Simposium yang kami buat ini adalah untuk melindungi NKRI dan Pancasila dari ancaman-ancaman, yang tidak menginginkan untuk Indonesia tidak maju," ujarnya di Aula Gedung Dewan Dakwah Indonesia, Jalan Kramat Raya No 45, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Senin (30/5).

Menurutnya, acara tersebut dipelopori oleh Gerakan Bela Negara, sekitar 70 ormas berlandaskan Pancasila dan agama serta organisasi purnawirawan TNI dan Polri juga berbagai unsur kepemudaan.

Lanjutnya, simposium tersebut rencananya akan menghadirkan berbagai pembicara tingkat nasional, di mana menilai akan maraknya bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Tanda-tanda kebangkitan PKI itu bisa kita lihat dari maraknya atribut lambang palu arit, buku-buku komunisme, simposium dan festival sastra komunisme, petisi penghancuran monumen lubang buaya dan lain sebagainya," ujarnya.

Dalam acara nantinya, dirinya berharap simposium tersebut akan berdampak baik untuk warga Indonesia.

"Jelas kita intinya yang kami lakukan untuk ingin menyelamatkan NKRI Pancasila dari ancaman yang tidak jelas itu. Terakhir adalah rekomendasi menyeluruh dan adil bagi pemerintah untuk menghadapi musuh Pancasila, khususnya bahaya laten komunis," pungkasnya.

Baca juga:
China sebarkan ajaran komunis Karl Marx lewat lagu hip hop
Pembubaran film Pulau Buru bukti ketakutan yang tak perlu
Putmainah, tokoh Gerwani Blitar kepalkan tangan kiri lalu meninggal
Penjualan buku kiri di Bandung landai-landai saja
Tuntaskan kasus 1965, Luhut ogah dikaitkan sama bangkitnya komunisme

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.