452 Warga Sumsel idap DBD, 9 orang meninggal
"Kita mengimbau warga agar menjaga gaya hidup sehat, tutup rapat tempat-tempat yang menampung air," kata Mulyono.
Angka pengidap demam berdarah dengue (DBD) di Sumsel pada Januari 2016 mulai tinggi. Setidaknya ada 452 warga yang menderita DBD, sembilan diantaranya meninggal dunia.
Ke sembilan korban tersebut berasal dari Kota Lubuk Linggau tiga orang, dari Kabupaten Ogan Komering Ilir dua orang sedangkan Palembang, Lahat, Pagaralam serta Banyuasin hanya satu orang.
Sementara penderita DBD yang sedang dirawat di rumah sakit yakni di OKI sebanyak 103 orang, Lubuk Linggau 103 orang, Musi Banyuasin 100 orang, Palembang 91 orang, Banyuasin 28 orang, Pagaralam 14 orang, dan Lahat 13 orang.
Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel Mulyono mengungkapkan, data tersebut berdasarkan data dari Dinkes kabupaten/kota pada bulan ini.
"Untuk bulan Januari ada 452 orang mengidap DBD, sembilan orang tewas," ungkap Mulyono, Kamis (28/1).
Menurut dia, meski sudah banyak korban jiwa, pihaknya belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) karena belum bisa dikategorikan wabah. "Belum ada peningkatan status ke KLB," ujarnya.
Saat ini, pihaknya fokus melakukan pencegahan dengan mendistribusikan bubuk larvasida, insektisida fogging, dan pemberian ikan tempalo.
"Kita mengimbau warga agar menjaga gaya hidup sehat, tutup rapat tempat-tempat yang menampung air," pungkasnya.
Baca juga:
Ahok sindir orang kaya di Jakarta sulit diajak perangi DBD
70 Orang dirawat di RSUD Subang akibat wabah DBD, 1 meninggal dunia
Dua orang meninggal, wabah DBD serang Bogor
Balita terkena DBD meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit
Cegah DBD, warga Sumsel diimbau pelihara ikan Tempalo
Satu bulan musim hujan, 27 anak di Semarang terserang DBD
Ini lampu jalanan yang bisa basmi nyamuk nakal penyebab penyakit