4 Jahitan di Kepala Harus Ditanggung Karyawan BUMN Ini Gara-Gara Speaker Hilang
Kejadian bermula dari hilangnya sebuah speaker milik kampus yang digunakan penghuni kos saat acara bakar-bakar pada malam pergantian tahun, 1 Januari 2026.
Seorang karyawan bank BUMN bernama Hendra Winata (24), warga Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, mengalami luka di kepala hingga harus mendapat empat jahitan setelah diduga dianiaya anak pemilik kos di Bandar Lampung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah rumah kos di Jalan Nyunyai, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.
Hendra menjelaskan, kejadian bermula dari hilangnya sebuah speaker milik kampus yang digunakan penghuni kos saat acara bakar-bakar pada malam pergantian tahun, 1 Januari 2026.
“Saat malam tahun baruan kami mengadakan acara bakar-bakar, lalu keesokan harinya speaker itu dinyatakan hilang,” ujar Hendra, Selasa (6/1).
Beberapa penghuni kos kemudian mengaku melihat DN, yang merupakan anak pemilik kos, membawa speaker tersebut. Informasi itu sempat menjadi pembahasan di antara penghuni kos.
Pemilik Kos Pertanyakan Speaker Hilang
Pada Minggu malam (4/1), Hendra kembali berkunjung ke kos temannya. Ternyata, informasi itu didengar pemilik kos berinisial DM. DM disebut akan datang untuk mempertanyakan persoalan speaker yang hilang.
Tak lama kemudian, DM datang ke lokasi dalam kondisi emosi dan mengeluarkan kata-kata bernada marah. DM meminta para saksi yang mengetahui keberadaan speaker untuk datang ke rumahnya, yang berada tepat di samping kos.
“Waktu itu hanya bertiga, saya dan dua teman lain yang diajak ke rumahnya karena penghuni kos lainnya sedang di luar,” kata Hendra.
Menurut Hendra, setelah masuk ke dalam rumah, DM menutup dan mengunci pintu. Di dalam rumah, DM disebut semakin emosional dan sempat mengancam sambil mengambil sebuah linggis.
“Dia mengucapkan ancaman. Intinya kalau anaknya yang ambil speaker, dia bilang silakan kami bunuh anaknya. Tapi kalau bukan, kami yang akan dibunuh,” ungkap Hendra.
Penganiayaan
Situasi semakin memanas ketika DN keluar dari rumah dan tiba-tiba menampar pipi kanan Hendra. Tak lama berselang, ibu DN keluar membawa sapu lantai dengan gagang kayu.
Saat istri DM berusaha melerai dengan menarik DM menjauh, DN justru mengambil gagang sapu tersebut dan memukulkannya ke kepala Hendra.
“Dipukul satu kali di kepala bagian kanan. Darah langsung mengalir deras. Saya sempat melempar satu barang ke arah pelaku agar bisa kabur,” jelasnya.
Sementara itu, dua teman Hendra berusaha membuka pintu yang sebelumnya dikunci oleh DM hingga akhirnya mereka bertiga berhasil melarikan diri dari rumah tersebut.
“Karena perhatian mereka waktu itu hanya ke saya, teman-teman saya akhirnya bisa membuka pintu,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, Hendra mengalami luka robek di kepala dan harus menjalani perawatan medis dengan empat jahitan. Ia pun telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Kedaton.
“Saya dapat empat jahitan dan sudah membuat laporan polisi,” tegas Hendra.
Pemilik Kos Mantan Anggota Polisi
Terkait informasi bahwa DM merupakan mantan anggota kepolisian, Hendra membenarkan hal tersebut berdasarkan keterangan penghuni kos lainnya.
“Informasi yang saya dapat, beliau memang purnawirawan polisi,” katanya.
Kapolsek Kedaton, Kompol Budi Harto, membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut. Saat ini, kasus masih dalam tahap penyelidikan.
“Benar, laporan sudah kami terima. Saat ini masih dalam proses penyelidikan, saksi-saksi akan dipanggil, dan visum telah dilakukan,” ujar Budi Harto.