LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

4 Cerita megahnya rumah Ahok di Belitung Timur

Rumah tersebut dibangun oleh sang ayah, Indra Tjahaja Purnama (Kon Nam).

2013-09-16 06:05:00
Ahok
Advertisement

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) pulang kampung ke Belitung Timur. Di kampung halamannya, keluarga Ahok dikenal sebagai keluarga mampu alias kaya.

Salah satu buktinya, keluarga Ahok memiliki rumah megah. Bahkan, Ahok menyempatkan diri untuk mengajak para wartawan untuk berkeliling di rumah peninggalan ayahnya itu.

Kepada wartawan, Ahok menceritakan soal rumah itu. Rumah tersebut dibangun oleh sang ayah, Indra Tjahaja Purnama (Kon Nam). Almarhum dikenal sebagai pengusaha tambang timah dan pasir di Belitung Timur.

Setelah ayahnya meninggal pada 1997, rumah tersebut sering kali kosong. Sebab, ibu, adik dan kakak Ahok sering ke luar kota.

Berikut empat cerita megahnya rumah Ahok di Belitung Timur.

Luasnya 1 hektare

Luas rumah keluarga Ahok di Desa Gantong, Belitung Timur mencapai 1 hektare. Rumah itu merupakan warisan dari ayah Ahok, Indra Tjahaja Purnama (Kon Nam).

Ahok mengatakan saat membangun rumah ini Almarhum ayahnya mencontoh pasir putih di Ancol. Bapak saya yang mencontoh ke kontraktornya minta gambarnya difotocopy dibawa ke sini. Tapi sama bapak saya hanya dibangun hanya satu lantai. Kan lucu jadinya rumah dua lantai di bangun dua lantai, ungkapnya.

Ahok mengaku, rumah yang ditempati ibu dan adiknya Basuri Tjahaja Purnama (Yuyu) saat ini telah direnovasi. Desainnya dari istri Ahok, Veronica Tan.

Advertisement

Garasinya jadi penginapan

Kepada wartawan Ahok bercerita soal rumah peninggalan sang ayah. Menurutnya, garasi rumah telah dijadikannya sebuah penginapan dengan memiliki 10 kamar.

Dulu, sewaktu SMP, Ahok mengaku sempat menanyakan ke sang ayah kenapa garasi rumahnya begitu luas. Ini dulu garasi. Saya nanya, kenapa luas banget. Terus Bapak saya bilang enggak apa-apa, kalau Bapak saya sudah enggak ada saya bisa bikin losmen. Terus saya bikin karena jarang ada penginapan dan jarang ada hotel. Dulu sering ada tamu melihat pabrik bingung mau nginap di mana. Jadi saya bikin, kata Ahok, di kediamannya, Minggu (15/9).

Konsep losmen yang dibuat seperti hotel milik pamannya, yakni kamar mandi berbentuk bath up dan closet duduk. Karena, turis terbiasa mempergunakan fasilitas seperti itu.

Sama di hotel yang punya om saya. Saya bilang pakai flush sama water jet. Masa turis disuruh siram-siram, ucapnya.

Advertisement

Ada mini bar

Selain luas, rumah Ahok memiliki sejumlah fasilitas yang memadai. Salah satunya mini bar di dalamnya. Tanpa sungkan, Ahok menunjukkan mini bar peninggalan bapaknya.

Di atas rak mini bar tersebut, masih tersimpan beberapa minuman beralkohol bermerk, salah satunya Martel. Namun, tempat ini hampir tidak pernah difungsikan dan kursi-kursi hanya menjadi tempat untuk menaruh tumpukan buku.

Lihat saja tuh, tumpukan buku semua. Tapi masih ada botol-botol, kata kata Ahok, di kediamannya, Minggu (15/9).

Pantauan merdeka.com, terlihat tempat tersebut sepertinya sudah jarang digunakan. Apalagi dengan banyaknya barang yang memenuhi kursi sampai kanan kiri bar mini tersebut.

Saat menaiki tangga, dengan bangga Ahok menceritakan hampir semua bahan untuk merenovasi rumah dibeli dari buah tangan warga di sekitarnya. Seperti besi yang dibuat menjadi tangga hingga pagar rumah.

Kami kasih kesempatan ke warga kampung. Jadi pagar ini yang bikin orang kampung. Enggak diimpor dari Jakarta. Biarin lah jelek yang penting buatan kampung. Buatan Gantong, sahutnya.

Sanggar batik

Saat menyusuri rumah megah tersebut, Ahok tak lupa menceritakan soal sanggar batik yang ada di dalam rumahnya. Ahok mengatakan batik Simpor Belitung Timur yang merupakan produk dari perkumpulan ibu-ibu PKK.

Di sanggar tersebut dihasilkan berbagai batik dan souvenir buatan sendiri. Dulunya, sanggar tersebut dibuat sebagai tempat nonton bola bersama warga sekampung.

Dulu ini dipakai nonton bola bersama dengan warga. Kemudian ada sanggar batik simpor Belitung Timur. Dulu sering banget turis datang. Setelah ke tempat laskar pelangi pada mau ke tempat Ahok. Kemudian ibu-ibu PKK numpang buat kerajinan seperti batik, souvenir kain tie dye, daur ulang. Terus kita sediakan tempatnya di sini. Di sini juga tempat untuk tempat nonton, jelasnya.

Di depan sanggar yang tepatnya berada di halaman sebelah kiri itu, dulu sewaktu Ahok masih menjadi ketua Partai Indonesia Baru (PIB) sering digunakan untuk berbagai acara. Biasanya, dipasang tenda untuk acara partai.

Baca juga:
Kisah rumah dinas Ahok di Belitung Timur berhantu none Belanda
Cerita rumah Ahok seluas 1 hektare di Belitung Timur
Rumah keluarga Ahok di Belitung Timur dilengkapi mini bar
Di kampung halaman Ahok banyak tambang timah yang tak terurus

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.