3 PDP Covid-19 di Cilacap Meninggal, Salah Satunya Santriwati Umur 13 Tahun
Pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bertambah jadi tiga orang. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Cilacap, M Wijaya.
Pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bertambah jadi tiga orang. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Cilacap, M Wijaya.
Pada Jumat (27/3) dini hari, PDP berjenis kelamin perempuan berusia 13 tahun meninggal dunia. Sebelumnya seorang PDP perempuan dilaporkan meninggal dunia di Cilacap, pada Minggu (22/3) sore. Satu lainnya, PDP asal Cilacap meninggal di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, Selasa (24/3).
Kasus terbaru PDP meninggal, pasien merupakan seorang santri pondok pesantren di Kecamatan Kawunganten. Pasien tidak memiliki riwayat ke luar kota.
"aktivitas sehari-hari di pondok pesantren," kata Wijaya melalui siaran pers, Jumat.
Kronologi perawatan pasien tersebut, ia datang ke poli anak, Senin (23/3). Keluhan yang dialami yakni batuk, sesak napas dan demam. Selanjutnya pasien dipindahkan ke ruang isolasi.
"Hari Selasa (24/3) dilakukan swab orofaring dan nasofaring. Kemudian Kamis (26/3) dilakukan swab kedua, pengambilan sputum dan serum," jelas Wijaya.
Pada Kamis malam kondisi pasien semakin menurun. Dia dinyatakan meninggal dunia Jumat pukul 03.30 WIB.
Baca juga:
Angkasa Pura I Tetap Operasikan 15 Bandara selama Pandemi Virus Corona
DPR Desak Pemerintah Kaji Pemanfaatan Dana Desa untuk Antisipasi Virus Corona
Aksi Damkar Sterilisasi Jalan Thamrin-Sudirman untuk Antisipasi Corona
Data 28 Maret: 1.155 Kasus Positif Covid-19, 59 Orang Sembuh, 102 Meninggal Dunia
Jika Masyarakat Disiplin, Tak Sulit Putus Rantai Penularan Covid-19
Menteri Edhy: Produksi Perikanan Harus Terus Berjalan Meski Ada Virus Corona