LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

2 Terduga teroris yang tewas di Poso adalah WN China

Para WNA bergabung dengan kelompok radikal ini adalah dari seruan Santoso di media sosial beberapa waktu lalu.

2016-03-16 11:25:44
Teroris Santoso
Advertisement

Baku tembak antara TNI Polri dan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur pimpinan Santoso, di dataran Napu, Kabupaten Poso, Selasa (15/3) menewaskan dua orang yang diduga pelaku teror.

Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengungkapkan dua terduga pelaku teror yang tewas tertembak adalah warga negara asing. Mereka adalah Nuretin alias Abdul dan Magalasi Bahtusan alias Farok. Keduanya berasal dari suku Uighur, Provinsi Xinjiang, China, yang berbatasan dengan Turki.

Rudi mengatakan, kedua jenazah korban masih disimpan di RSU Bhayangkara Palu untuk kepentingan identifikasi.

Dalam upaya identifikasi itu, polisi melibatkan Zaelani terduga pelaku teror anggota kelompok Santoso yang tertangkap hidup dalam operasi beberapa waktu lalu.

Menurut Rudi, dengan tertembaknya Farok dan Nuretin, diperkirakan masih ada empat WNA anggota kelompok Santoso yang berada di hutan. Mereka semuanya berasal dari Uighur, China.

Dia menuturkan, berdasarkan keterangan dari Zaelani WN China itu bergabung dengan kelompok Santoso pada tahun 2015.

"Kalau Santoso sudah tertangkap, nanti baru kita dapat informasi, apa peran orang-orang asing tersebut," ujar mantan pejabat teras Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut, Rabu (16/3), dikutip dari Antara.

Soal bagaimana orang-orang asing itu bisa masuk bergabung dengan Santoso di hutan-hutan di Kabupaten Poso, Rudy menerangkan, kemungkinan para WNA bergabung dengan kelompok radikal ini adalah dari seruan Santoso di media sosial beberapa waktu lalu. Santoso meminta semua orang Indonesia yang akan bergabung dengan ISIS, datang bergabung dan berlatih dulu dengan dirinya di Poso.

Baca juga:
Anggota DPR soroti cara kerja Densus 88 kerap siksa terduga teroris
Aksi polisi Belgia buru teroris sampai naik atap rumah warga
Ini alasan Kapolda Tito dukung revisi UU Terorisme
Dubes Inggris ajak negara mayoritas muslim aktif lawan paham teroris
Diperlukan perspektif baru untuk atasi persoalan terorisme
Polisi Turki tahan empat orang diduga terlibat bom mobil Ankara
Siyono meninggal usai duel dengan anggota Densus 88 di mobil

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.