Polisi Turki tahan empat orang diduga terlibat bom mobil Ankara
Merdeka.com - Kepolisian Turki menahan empat orang yang langsung ditetapkan sebagai tersangka atas teror bom mobil di Kawasan Kizilay, Ibu Kota Ankara, tadi malam. Penangkapan ini terjadi di Kota Sanliurfa, kawasan tenggara Turki dekat perbatasan Suriah, seperti dilaporkan Kantor Berita Reuters, Senin (14/3).
Juru bicara kepolisian mengatakan para tersangka bukan aktor lapangan utama, namun diduga kuat mengetahui rencana peledakan bom. Serangan tadi malam di kawasan padat itu menewaskan 37 orang. Partai Pekerja Kurdistan (PKK), organisasi separatis yang selama ini menuntut merdeka dari Turki, disebut dalang serangan tersebut.
Petunjuk polisi didasarkan pada pelat nomor dan nomor rangka kendaraan yang diledakkan pelaku. Mobil yang meledak dibeli dari dealer kawasan Sanliurfa. Para tersangka sore tadi sudah dibawa langsung ke Ankara untuk interogasi lebih lanjut.
Beberapa jam setelah insiden bom mobil tersebut, Angkata Udara Turki menggempur kamp milik PKK. Dilaporkan belasan jet menggempur 18 target tempat persembunyian PKK, termasuk gudang amunisi, dan tempat perlindungan para militan Kurdi.
Selain 37 orang tewas, 125 lainnya terluka dalam peristiwa teror di Ankara. Pelaku di lapangan, salah satunya perempuan, disebut-sebut tewas di lokasi.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membalas pihak yang bertanggung jawab atas bom mobil ini. "Masyarakat Turki tidak perlu cemas, perjuangan melawan terorisme pasti akan berakhir dan teroris akan kita giring bertekuk lutut," kata Erdogan.
Ledakan tadi malam hanya berselang sebulan dari insiden serupa di Ankara. Februari lalu, ledakan bom menyergap konvoi militer di Ibu Kota Turki, menewaskan 28 orang.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya