LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

2 Polisi gadungan tertangkap saat peras pengendara di Medan

2 Polisi gadungan tertangkap saat peras pengendara di Medan. Indra dan Chandra diringkus saat menghentikan kendaraan di sekitar persimpangan Jalan Slamet Riadi dan Jalan Juanda, Medan. Saat itu, Indra mengenakan seragam Brimob dan Candra memakai seragam Dalmas Polri.

2017-03-21 00:04:00
Polisi Gadungan
Advertisement

Dua pemuda diringkus personel intel Brimob Polda Sumut. Mereka kedapatan menjadi polisi gadungan dan memeras pengendara.

Kedua pemuda ditangkap masing-masing Indra Lesmana (23), warga Jalan Perjuangan, dan Chandra Gunawan (22), warga Jalan Perjuangan Gang Sabar, Medan.

"Mereka diringkus anggota kita Minggu (19/3) malam," kata Kasi Intel Satuan Brimob Polda Sumut, Kompol Kris Sianturi, Senin (20/3).

Indra dan Chandra diringkus saat menghentikan kendaraan di sekitar persimpangan Jalan Slamet Riadi dan Jalan Juanda, Medan. Saat itu, Indra mengenakan seragam Brimob dan Candra memakai seragam Dalmas Polri.

"Mereka seakan-akan tengah 'hunting' para pengguna jalan dan memeriksa kelengkapan berkendara," jelas Kris.

Anggota Intel Brimob Polda Sumut yang melintas di lokasi itu curiga, karena keduanya tidak menggunakan kendaraan dinas. Saat didatangi dan ditanyai mereka tidak dapat menunjukkan identitas sebagai anggota Polri. "Karena identitasnya tidak jelas, kita bawa ke Mako," sambung Kris.

Saat diperiksa, Indra dan Chandra mengaku menyaru jadi polisi sejak sebulan lalu. Mereka sekurangnya sudah 6 kali memeras pengendara, di antaranya di kawasan Jalan Sudirman, Sisingamangaraja, S Parman, dan Juanda. "Mereka 'hunting' pengguna jalan, lalu menanyakan kelengkapan kendaraan," bebernya.

Mengenai asal seragam yang dikenakan, kedua pelaku mengaku menempahnya seharga Rp 250 ribu di kawasan Jalan Bambu, Medan. Awalnya seragam hanya digunakan untuk berfoto ria, namun berkembang dan digunakan untuk melakukan pemerasan di jalan.

Meski mengaku hanya 6 kali melakukan 'hunting' di jalan, Kris menduga korban kedua polisi gadungan lebih banyak lagi. Untuk pengembangan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka diserahkan ke Polda Sumut.

Baca juga:
Peras wanita hingga jutaan rupiah, anggota Brimob gadungan diringkus
Pensiunan PNS Dinkes Jatim meninggal usai ditelepon polisi gadungan
Komplotan polisi gadungan diringkus di Bandung
Pria pengangguran mengaku perwira polisi tipu belasan tukang ojek
Polisi gadungan pakai PSK buat peras turis Timur Tengah di Puncak
Seenaknya sebut warga teroris, densus gadungan ini diciduk polisi
Tukang jahit di Kukar ngaku polisi bidik ABG buat dicabuli

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.