2 Keluarganya Korban Meninggal Kecelakaan Bus ALS-Truk Tangki, Bupati Muratara Akui Kerap Hadang Bus ALS yang Ngebut
Kejadian ini sebenarnya sudah diwanti-wanti dirinya dengan mengingatkan para sopir untuk hati-hati.
Kecelakaan bus ALS vs truk tangki yang menyebabkan 18 orang meninggal dunia di Muis Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu (6/5), disesalkan Bupati Muratara Devi Suhartoni. Terlebih dua anggota keluarganya turut menjadi korban.
Kejadian ini sebenarnya sudah diwanti-wanti dirinya dengan mengingatkan para sopir untuk hati-hati.
Sebelum kecelakaan terjadi, Devi mengaku sering sekali menyetop dan menghadang bus ALS yang kedapatan melaju dengan kecepatan tinggi di wilayah Muratara.
Tindakan itu ia lakukan mengingat kondisi jalan yang tidak rata dan berlobang sehingga membahayakan pengendara. Lebih-lebih kecelakaan sering terjadi akibat kondisi jalanan tersebut.
"Saya sudah berkali-kali bahkan menyetopkan bus bus lintas Sumatera masuk ke Muratara hati-hati, jangan ngebut karena jalan banyak rusak dan berlobang. Ketika jalan berlobang rata-rata secara naluri adalah menghindar, ketika menghidar dua kemungkinan terjadi yaitu masuk siring atau tabrakan," tulis Bupati Muratara Devi Sohartoni dalam unggahan di akun pribadi Facebooknya seperti yang dilihat merdeka.com, Senin (11/5).
Devi mengatakan, kondisi jalan, terutama jalan nasional, termasuk juga banyaknya hewan liar berada di badan jalan menjadi pemicu kecelakaan.
Dia bersama kepolisian setempat sudah mengingatkan agar pengendara melajukan kendaraannya tak lebih dari 60 kilometer/jam.
"Apalagi bus antar lintas ngebut-ngebut sekali lewat wilayah kita. Dan kami pemerintah bersama kepolisian sudah turun meminta mereka tidak ngebut," kata Devi.
Dirinya mengaku sudah sering komunikasi dengan pemerintah pusat melalui Satker Balai Jalan dan Kementerian Perhubungan untuk menindaklanjuti perbaikan jalan.
Namun dia mendapat jawaban bahwa perbaikan tidak bisa dilakukan karena terkendala anggaran minim.
"Berbicara ke Balai Satker sudah berkali-kali dan Satker juga bergerak sehari nampal-nampal tetapi lobang masih banyak, tidak selesai-selesai karena anggaran dari nasional sangat kecil. Ke Kementerian Perhubungan karena ini jalan nasional, sebab di kementerian ada team keselamatan jalan raya nasional, pernah turun sekali tidak ada realisasi," kata Devi.
2 Korban Anggota Keluarga
Ia juga ikut merasakan kesedihan karena 2 dari 18 korban meninggal dunia adalah keluarganya, yakni sopir dan kernet truk tangki PT Serelaya yang sedang mengangkut minyak mentah.
"Dua korban adalah keluarga saya, sopir tangki minyak dari desa Belani, nenek kami dua beradik. Namun ini semua jalan Tuhan, cobaan kepada saya sebagai pemimpin Muratara maupun sebagai keluarga," kata Devi.
Terlepas musibah yang terjadi, Devi berusaha agar kondisi jalan di Muratara segera diperbaiki agar mencegah terjadinya kecelakaan yang menimbulkan banyak korban jiwa lain. Pengguna jalan juga diimbau mengutamakan keselamatan ketimbang kebut-kebutan.
"Di balik semua kejadian yang tentu semua sangatlah mendalam duka kita semua, ini adalah takdir Allah untuk semua keluarga korban maupun kita Kabupaten Musi Rawas Utara. Kita akan terus berusaha agar jalan ini segera diperbaiki dan kita terus pencegahan kecelakaan di lintas," pungkas Devi.