2 Bulan kabur, sepuluh tahanan BNN masih misterius
"Pelacakan tahanan ini masih membutuhkan waktu, kan tidak gampang untuk menangkap mereka," kata Slamet Pribadi.
Kepala Bagian Humas Badan Nasional Narkotika (BNN) Kombes Slamet Pribadi mengungkapkan 10 tahanan yang kabur dengan menjebol tembok dan tralis sel Maret lalu belum berhasil ditangkap. pencarian telah dilakukan selama dua bulan.
"Mereka kabur dari Rutan BNN di Cawang, Jakarta Timur. Pelarian ini sudah berlangsung dua bulan dan 10 tahanan tersebut sampai saat ini belum juga ditangkap," ujar Slamet, Rabu (6/5).
Slamet mengatakan belum titik terang keberadaan mereka. Dirinya meminta masyarakat untuk bersabar.
"Sabar ya. Pelacakan tahanan ini masih membutuhkan waktu, kan tidak gampang untuk menangkap mereka," ucapnya.
Lebih jauh, dia membantah kabar tahanan yang kabur telah tertangkap. Informasi itu dipastikannya tidak benar.
"Itu yang menyampaikan deputi bidang pemberantasan. Saya belum terima info sama sekali," tutupnya.
Seperti diketahui, sebanyak 10 tahanan melenggang bebas dari BNN Selasa (31/3). Mereka adalah Abdullah alias Dulah, 35, warga Langsa Baro, Aceh Timur, Samsul Bahri alias Kombet, 42, warga Julok, Aceh Timur, Hamdani Razali, 36, warga Darul Aman, Aceh Timur, Hasan Basri, 35, warga Idi, Aceh Timur, Usman alias Raoh, 42, warga Peureulak Barat, Aceh Timur.
Kelimanya merupakan anggota jaringan Aceh, yang terlibat dalam peredaran sabu-sabu sebanyak 77,3 kilogram, yang ditangkap pada 15 Februari 2015 lalu. Kemudian ada dua anggota jaringan peredaran sabu-sabu sebanyak 25,2 kilogram, di tempat pemakaman San Diego Hill, Karawang, Jawa Barat, yang diringkus 19 Maret 2015 kemarin.
Sementara kelima yang lain dalah Apip Apriansyah, 33, warga Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, Jabar, M. Husein, 42, warga Punti Matangkuli, Aceh Utara. Selanjutnya ada Erick Yustin (33) kaki tangan bandar narkoba asal Nigeria, Sylvester Obiekwe yang terlibat dalam peredaran 7,6 kilogram sabu-sabu, yang ditangkap pada 30 Januari 2015 di Cempaka Wangi, Jakarta Pusat.
Dan Harry Radiawana alias Pakde, 47, warga Bekasi Barat, yang terlibat transaksi 5,3 kilogram sabu-sabu dan 127 butir ekstasi di Lebak Bulus, pada 4 Februari 2015 silam. Terakhir Franky Gozali alias Thomas, 34, warga Makassar yang merupakan tahanan titipan BNN Provinsi DKI Jakarta. Berkas kasusnya sudah P-21 dan akan diserahkan ke kejaksaan.
Baca juga:
Menkum HAM setuju bandar dijerat TPPU, hartanya buat perangi narkoba
BNN ringkus satu keluarga pembuat sabu-sabu di Kapuk Muara
Kepala BNN sebut hukuman mati cara berantas narkoba paling ampuh
Bahaya brownies ganja buat tubuh manusia
BNN Jateng tangkap pengedar narkoba napi Lapas Nusakambangan
10 Tahanan BNN kabur, Rutan di Aceh ekstra siaga
Polri bentuk tim buru 10 tahanan BNN yang kabur dari sel