LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

14 Bungkus Rokok Milik Kakek Suroso Dibayar Dengan Uang Palsu

Suroso baru sadar jika uang yang diterima itu palsu setelah setelah diberitahu rekan penjual lain yang meyakinkannya saat tengah membuka lapak di kawasan tersebut. Namun sayang, pembeli sudah kabur ke arah timur.

2019-05-15 02:05:00
uang palsu
Advertisement

Suroso (92) dan Parjiem (83), pasangan suami istri pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan rokok dan barang lainnya di Jalan Ir Juanda, Jebres, Solo menjadi korban penipuan. 14 bungkus rokok yang dijual ke pembeli senilai Rp 400 ribu, dibayar dengan uang palsu. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Selasa (14/5) pagi selepas subuh.

Warga Kampung Badran RT 06 RW 10 Pucangsawit yang sehari-hari berjualan diatas gerobak kecil itu gelisah, karena uang yang akan digunakan untuk kulakan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tak bisa dimanfaatkan.

"Tadi pagi hari sekitar pukul 05.30, saya baru buka gerobak, mau jualan. Wonten sing tumbas rokok tiyang kakung nitih mobil. (Ada yang beli rokok, lelaki naik mobil," ujar Suroso.

Advertisement

Ia pun merasa bersyukur, karena saat baru buka, sudah ada pembeli dengan jumlah nominal yang besar. Tanpa berpikir panjang, ia pun langsung menyiapkan belasan rokok berbagai merek yang diinginkan pembeli. Setelah dibayar dengan 4 lembar uang seratus ribu, pembeli tersebut buru-buru pergi.

Suroso baru sadar jika uang yang diterima itu palsu setelah setelah diberitahu rekan penjual lain yang meyakinkannya saat tengah membuka lapak di kawasan tersebut. Namun sayang, pembeli sudah kabur ke arah timur.

"Tadi dia beli 14 bungkus rokok Marlboro, Sampoerna Mild, Dunhill dan Djarum Super. Jadi sebenarnya dia beli rokok 14 bungkus dengan uang Rp 300 ribu. Kalau yang Rp 100 ribu itu dia tukar ke saya pecahan Rp 50 ribu," jelasnya.

Advertisement

Atas kejadian tersebut, Suroso beserta sejumlah warga melaporkannya ke Polsek Jebres, Solo. Kapolsek Jebres, Kompol Juliana BR Bangun memastikan jika uang yang diterima Suroso adalah palsu. Hal tersebut setelah dilakukan pengecekan fisik secara kasat mata dan dibandingkan dengan uang asli.

"Kita sudah cek, ternyata palsu. Selain dilihat beda warnanya, luntur, juga logo Bank Indonesia (BI) miliki perbedaaan jauh dengan aslinya," katanya.

Polsek Jebres, lanjut dia, telah memintai keterangan kepada Suroso selaku korban. Keterangan tersebut sangat penting, apalagi korban mengetahui ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan.

"Simbahnya kita jemput, karena sudah tua. Beliau kan tahu warna mobilnya, jenisnya hingga pelat nomor dan bagaimana ciri-ciri orangnya yang membeli," katanya.

Juliana menambahkan, memasuki puasa pihaknya sudah memberikan sosialisasi agar masyarakat hati-hati dengan peredaran uang palsu marak.

Baca juga:
Viral Video Deteksi Uang Palsu Gunakan Bensin, Ini Kata BI
Menyamar Jadi Pegawai Bank, 4 Pengedar Uang Palsu Tipu Korban Sampai Rp 400 Juta
Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Cilegon, Barang Bukti Rp15 Juta Disita Polisi
Komplotan Penjual Duit Palsu di Depok jadi Pemasok Dukun Pengganda Uang
Polda Metro Bekuk Komplotan Penjual Duit Dolar Palsu di Depok
Polda Metro Jaya Bekuk Tiga Pemalsu Uang di Depok
Kejari Depok Musnahkan Barang Bukti Geng Motor Jepang

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.