119 Penghuni Lapas Tanjung Pandan Belitung Positif Covid-19
Penanganan terhadap WBP yang terkonfirmasi Covid-19 dengan melakukan pemisahan kamar dan blok tahanan antara WBP yang positif dan negatif.
Sebanyak 119 di antara 179 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terkonfirmasi Covid-19. Ratusan WBP itu saat ini menjalani perawatan kesehatan dengan baik, sedangkan situasi lapas kondusif.
"Selain ratusan WBP yang terpapar Covid-19 terdapat juga tujuh orang pegawai lapas yang dinyatakan positif dan secara umum mereka memiliki gejala demam disertai flu dan batuk," kata Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung Pandan Romiwin Hutasoit di Tanjung Pandan, Jumat (23/7).
Dia mengatakan penanganan terhadap WBP yang terkonfirmasi Covid-19 dengan melakukan pemisahan kamar dan blok tahanan antara WBP yang positif dan negatif.
"Mereka kami tempatkan di kamar dengan jumlah yang tidak lebih dari tujuh orang agar kondisi kamar tetap renggang dan sirkulasi udara terjaga dengan baik," ujar dia.
Selain itu, lanjut dia, WBP terkonfirmasi Covid-19 diberikan makanan tambahan dan suplemen daya tahan tubuh selama menjalani masa penyembuhan dan dilakukan kontrol rutin oleh petugas kesehatan, terutama WBP yang memiliki gejala.
Para WBP yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut setiap pagi hari diberikan waktu berjemur kurang lebih selama satu jam di lapangan terbuka guna menjaga kebugaran tubuh, dilanjutkan dengan aktivitas di blok hunian masing-masing.
"Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 untuk penanganan tindak lanjut apresiasi luar biasa kondisi sejauh ini terjalin dengan baik saat ini kondisi lapas masih sangat terkendali," kata dia.
Romiwin menjelaskan WBP terkonfirmasi Covid-19 diduga terpapar dari salah satu anggota regu pengamanan Lapas Tanjung Pandan yang sebelumnya juga positif Covid-19.
"Setelah itu kami berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 khususnya Puskesmas Badau untuk dilakukan 'tracking' seluruh petugas dan WBP yang kontak erat akhirnya 119 WBP dan tujuh petugas positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan 'swab' (tes usap) antigen," tandasnya.
Baca juga:
Ombudsman DKI Soroti Angka Kematian Covid-19 Tinggi Diduga Karena RS Rujukan Kolaps
Pandemi Tak Terkendali di Indonesia Bisa Munculkan Varian Baru Virus Corona
Selama PPKM Darurat Ombudsman Jakarta Soroti Kolapsnya Fasilitas Rumah Sakit
Wapres: Perlu Percepatan Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Istri Positif Covid-19
Mendagri Imbau Kepala Daerah Manfaatkan Keuangan Pemda untuk Covid-19