10 Jenazah Korban Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara Teridentifikasi, Ada yang Satu Keluarga
Enam korban lainnya masih dalam proses identifikasi mendalam oleh tim DVI Polri.
Tim DVI mengidentifikasi para korban kecelakaan bus ALS-truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. Keluarga diminta melengkapi data pendukung dan ciri-ciri khusus untuk memudahkan identifikasi.
Sebanyak 16 kantong jenazah korban meninggal dunia telah tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kamis (7/5) pukul 05.10 WIB. Proses identifikasi dilakukan secara intensif oleh Tim DVI Biddokkes Polda Sumsel bersama Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri dimulai pukul 07.30 WIB.
"Tim DVI sudah bekerja pagi tadi, beberapa saat setelah semua jenazah tiba," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya.
Nandang menyebut mayoritas korban mengalami luka bakar serius akibat kobaran api saat kejadian. Tim DVI bekerja maksimal agar memberikan kepastian identitas para korban yang selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.
"Tim bekerja ekstra keras agar semua korban dapat teridentifikasi," kata Nandang.
Sejauh ini sudah 10 korban meninggal teridentifikasi. Sementara 6 korban lain dalam proses identifikasi.
"Sudah 10 yang teridentifikasi, di antaranya terdiri dari satu keluarga, pasangan suami istri dan anaknya," kata Nandang.
Identitas Korban
Daftar korban meninggal teridentifikasi:
1. Aryanto (49), pengemudi truk tangki PT Seleraya, warga Lubuklinggau
2. Martono (48), penumpang truk tangki PT Seleraya, warga Desa Belani, Muratara.
3. Alif (44), pengemudi bus ALS, warga Jawa Tengah
4. Saf (50), kernet bus ALS, warga Medan
5. Maleh (42), kru bus ALS, warga Medan
6. Relodo, penumpang bus ALS
7. Zulkifli, penumpang bus ALS
8. Aldi Sulistiawan, penumpang bus ALS
9. Rani, penumpang bus ALS, istri Aldi Sulistiawan
10. Bela, penumpang bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani
Enam korban lainnya masih dalam proses identifikasi mendalam oleh tim DVI Polri.
Daftar korban selamat:
1. Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah (luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit)
2. Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah (luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit)
3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal (luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit)
4. M Fadli bin Ibrahim (30), kernet bus asal Riau (luka lecet di kaki dan tangan).
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan maut melibatkan bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan truk tangka minyak di Jalan Lintas Sumatra, Kelurahan Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu (6/5) siang. 16 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Kronologi kecelakaan bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus.
Sopir bus ALS kemudian mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko lebih besar. Namun, secara bersamaan dari arah berlawanan (Utara/Rupit), sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan.
Kecelakaan itu membuat minyak dari truk tangki tumpah ke jalanan. Benturan keras menyebabkan kebocoran dan minyak tumpah ke badan jalan. Dalam waktu singkat, api menyambar dan membakar kedua kendaraan tersebut.
Adapun korban tewas 14 penumpang ALS, 1 Sopir Tangki, 1 Kenek Tangki. Kondisi kendaraan ringsek berat akibat benturan frontal.
"Total 16 tewas, yang selamat ada empat orang, yang tiga luka bakar serius dan satu orang luka ringan," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, demikian dikutip dari Antara, Kamis (7/5).