OVO Nabung, Tabungan Gen Z yang Tawarkan Bunga 5 Persen Per Tahun
OVO dan Superbank menangkap peluang besar dengan meluncurkan OVO Nabung,
Bagi generasi muda Indonesia, dompet digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari membeli kopi hingga membayar langganan streaming, semuanya cukup dengan sentuhan jari. Tapi kini, e-wallet tak lagi sekadar alat transaksi, namun juga mulai berperan sebagai tempat menyimpan uang, menggantikan fungsi rekening bank tradisional.
Melihat perubahan perilaku ini, OVO dan Superbank menangkap peluang besar. Pada Rabu (7/5), mereka resmi meluncurkan OVO Nabung, sebuah inovasi keuangan yang menyatukan kenyamanan e-wallet dengan fitur menabung layaknya bank digital, tanpa perlu aplikasi tambahan.
“Produk ini hadir karena kami melihat kebiasaan baru dari generasi muda, terutama Gen Z dan milenial, yang kini lebih banyak menyimpan uang di e-wallet dibanding rekening bank,” ujar Eddie Martono, Chief Operating Officer OVO, dalam peluncuran resmi di Jakarta.
Pernyataan Eddie bukan tanpa dasar. Studi dari Populix menunjukkan mayoritas Gen Z dan milenial menggunakan e-wallet dan bank digital untuk lebih dari 50% transaksi keuangan mereka. Bahkan, lebih dari setengah dari mereka menggunakan e-wallet sebagai tempat utama menyimpan dana.
Menggabungkan wawasan ini dengan teknologi dan kemitraan strategis, OVO menghadirkan OVO Nabung fitur tabungan digital yang terhubung langsung dengan aplikasi OVO, tapi didukung oleh sistem perbankan dari Superbank. Menariknya, layanan ini tidak memiliki saldo minimum, tanpa biaya admin bulanan, dan menawarkan bunga hingga 5% per tahun, setara atau bahkan lebih tinggi dari deposito di beberapa bank.
“Ini fitur penting yang selama ini ditunggu oleh pengguna. Tidak ada minimum balance, tidak ada admin fee, tapi tetap mendapatkan bunga kompetitif,” tambah Eddie.
Selain fitur-fitur unggulan, pengguna OVO Nabung juga tak perlu berpindah aplikasi. Semua aktivitas menabung dilakukan langsung dari aplikasi OVO yang sudah mereka gunakan sehari-hari. Hal ini, menurut Sukiwan, Business Director Superbank, adalah kunci agar layanan ini benar-benar sesuai dengan gaya hidup digital Gen Z.
“Kami sadar, kalau harus unduh aplikasi baru hanya untuk buka tabungan, pasti akan memberatkan. Maka kami hadirkan OVO Nabung langsung di aplikasi yang sudah mereka kenal,” jelasnya.
Lebih dari sekadar menyimpan uang, OVO Nabung juga ingin membentuk kebiasaan menabung secara konsisten. Di balik segala promo dan kenyamanan teknologi, inisiatif ini membawa pesan yang lebih dalam: generasi muda Indonesia perlu membangun fondasi keuangan sejak dini dan OVO Nabung ingin menjadi bagian dari perjalanan itu.