LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. OTOMOTIF

Merger Honda dan Nissan, Eks CEO: Dari Sisi Industri sangat Tidak Logis

Mantan CEO Nissan sebut merger Honda dan Nissan bukan langkah yang baik. Simak selengkapnya!

Selasa, 24 Des 2024 11:05:00
berita
Nissan dan Honda. (Foto: carexpert.com.au)
Advertisement

Di tengah permasalahan kebangkrutan yang dihadapi Nissan, muncul informasi bahwa Nissan dan Honda berencana untuk menjalin aliansi otomotif baru demi menghindari kemunduran. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk merumuskan rencana merger dengan Honda.

Namun, Carlos Ghosn, mantan CEO Nissan, mengungkapkan bahwa penggabungan kedua perusahaan tersebut justru akan menambah masalah bagi Nissan. Ia juga berpendapat bahwa Honda mungkin tidak akan menerima tawaran ini dengan baik.

“Ini adalah tindakan yang berani. Kesepakatan ini tidak bersifat pragmatis, karena sebenarnya cukup sulit untuk membangun sinergi antara kedua perusahaan. Secara praktis, tidak ada hubungan saling melengkapi di antara mereka, karena keduanya beroperasi di pasar dengan produk yang serupa. Mereka sangat mirip,” kata Ghosn dalam wawancara dengan Bloomberg Television, Jumat (20/12/2024).

Carlos Ghosn adalah mantan kepala eksekutif Nissan. Foto: motor1.com

Ghosn menyatakan bahwa saat ini Honda berada di bawah tekanan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) untuk menjalin kesepakatan dengan Nissan demi kelangsungan perusahaan tersebut.

Advertisement

“Di satu sisi, Nissan mengambil langkah berani untuk memastikan masa depannya. Namun, di sisi lain, Honda tampaknya kurang bersemangat menyambut kolaborasi ini dan harus mempertimbangkan METI di Jepang,” tambahnya.

“Dalam pandangan saya, aspek industri di dalamnya tampak tidak logis, tetapi ada kalanya perusahaan harus membuat pilihan antara kinerja dan pengendalian. Idealnya, keduanya dapat dicapai. Namun, kebijakan METI cenderung mengutamakan pengendalian daripada kinerja, sehingga mereka pasti mendorong Honda untuk melakukan kesepakatan itu,” ungkap Ghosn.

Advertisement
Advertisement
Rangkaian produksi Honda e:N1. Foto: Honda

Sebagai mantan CEO Nissan, ia menegaskan bahwa kerjasama antara Nissan, Honda, dan Mitsubishi adalah sebuah "pengambilalihan tersembunyi" yang dilakukan Honda terhadap kedua perusahaan tersebut. Ghosn menyatakan bahwa Honda adalah perusahaan teknik yang sangat luar biasa, dan Nissan pun merasa bangga dengan hal yang sama. Oleh karena itu, akan ada persaingan dalam menentukan teknologi mana yang akan diterapkan oleh perusahaan induk yang baru.

Berita Terbaru
  • Okupansi Penumpang Whoosh Naik, Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur?
  • Berkaca dari Kecelakaan Kereta di Bekasi, BRIN Kaji Bantalan Rel Berbasis Karet Komposit Untuk Keamanan Kereta
  • KAI Beri Refund Penuh Tiket KA Jarak Jauh Usai Insiden Bekasi Timur
  • Komut KAI: Palang Pintu Sebidang Tanggung Jawab Pemerintah Daerah
  • Aktivis Lingkungan Prancis Beri Hadiah Kursi Daur Ulang Plastik Kresek untuk Jokowi
  • berita
  • berita update
  • honda dan nissan kerja sama mobil listrik
  • konten ai
  • merdekaoto
  • mobil
  • otomotif
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dedi Rahmadi
N
Reporter Nurrohman Sidiq
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.