Jika proyek mobnas jalan, lulusan SMK siap jadi tenaga produksi
Lulusan SMK telah mampu secara skill dan jumlahnya mencukupi untuk melakukan produksi mobil nasional.
Jumlah tenaga terampil lulusan SMK di Indonesia ternyata sudah cukup untuk memenuhi tenaga produksi sebuah proyek mobil nasional.
Menurut Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mampu secara skill dan jumlahnya mencukupi untuk melakukan produksi mobil nasional (Mobnas).
"Selain jumlah lulusan yang banyak, lulusan SMK juga memiliki kualitas yang baik dan mampu menopang produksi Mobnas," kata Hamid usai pembukaan 'Workshop SEA TVET dengan tema Internationalization and Harmonization of TVET in South Asia' (Internasionalisasi dan Harmonisasi Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan di Asia Tenggara) di Solo.
Hamid menegaskan kualitas anak-anak SMK dalam bidang otomotif tidak perlu diragukan lagi.
Saat ini para lulusan SMK sudah mempunyai kemampuan yang tinggi dalam bidang otomotif sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja baik di dalam maupun luar negeri.
Dirinya mengatakan saat ini Kemendikbud, terus mencetak para siswa-siswa yang terampil dalam bidang tersebut.
"Setiap tahunnya selalu ada lulusan baru yang siap bekerja dalam sebuah industri otomotif baik skala besar maupun sekala kecil," ujar Hamid seperti dilansir Antara (10/9).
Meski menyebutkan lulusan SMK cukup siap untuk memproduksi Mobnas namun pihaknya tidak bisa melakukan produksi masal mobil itu karena Kemendikbud hanya menyiapkan para siswa yang siap untuk bekerja di bidang tersebut.
"Ya tugas siswa SMK itu belajar, baru setelah lulus mereka bisa dipekerjakan untuk memproduksi mobil, entah itu Mobnas atau apa, tergantung kebijakan yang ada pada pemerintah," katanya.
Hamid menyebutkan, saat ini Kemendikbud sudah bekerjasama dengan perusahaan otomotif raksasa sekelas Toyota serta sejumlah Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang ada.
Lulusan SMK itu banyak yang disalurkan ke perusahaan tersebut untuk bekerja secara profesional sesuai dengan bidang-bidang dan keahlian yang dimiliki.
Baca juga:
Mobil listrik Selo diincar Malaysia, ini tanggapan BPPT
Industri mobil listrik di Indonesia belum waktunya, kenapa?
Miris, proyek mobil nasional justru akan diakuisisi negara tetangga
Buka pameran otomotif, JK sentil pengembangan mobnas yang naik turun
Mahasiswa Surabaya buat mobil listrik pintar dengan rem otomatis
5 Mobil buatan tangan pelajar SMK ini buat Indonesia bangga