Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mobil listrik Selo diincar Malaysia, ini tanggapan BPPT

Mobil listrik Selo diincar Malaysia, ini tanggapan BPPT Mobil listrik. ©2013 merdeka.com/idris rusadi putra

Merdeka.com - Belum lama ini pembuat mobil listrik Selo, Ricky Elson, curhat di Facebook soal karyanya itu yang akan dilanjutkan bersama negara tetangga, Malaysia.

Sebelumnya, mobil Selo ini merupakan proyek ambisius Ricky bersama mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Mereka berdua, ingin jika Indonesia bisa memproduksi massal karyanya ini di Indonesia.

Namun, mimpi mereka harus terkubur lantaran mobil listrik buatan Ricky sempat dinyatakan tak lolos uji emisi. Hal ini pun membuat langkah mobil Selo untuk diproduksi masal semakin berat.

Rencana mobil Selo yang akan dilanjutkan oleh Malaysia pun dikomentari Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto. Menurutnya, hal itu tak jadi masalah.

"Ya, gak papa. Lagian Malaysia juga gak jago-jago amat bikin mobil kan? Gak papa. Kalau pun untuk dijual, siapa yang mau beli? Berapa banyak yang mau beli?" kata Unggul kepada Merdeka.com di kantornya, Jakarta, Kamis (3/9).

Persoalannya, kata Unggul, harga mobil listrik pun tentu masih akan mahal. Terlebih, teknologi yang diadopsi terutama baterai masih jadi persoalan.

"Jadi begini, mobil listrik kenapa belum waktunya jadikan industri, hal ini karena di negara maju sekalipun mobil listrik belum komersial. Kalau dibikin industri, saya rasa gak yakin bisa laku. Masalahnya kan juga kesulitan pada baterainya dan stasiun pengisian listriknya. Ini yang menjadi kendalanya. Tetapi, kalau riset saya setuju," katanya.

Terlepas dari itu, Ricky Elson sendiri memang sangat berambisi untuk meneruskan proyek mobil listrik Selo ini ke tahapan selanjutnya atau memasuki ke generasi ke-2. Namun apa daya, dukung pemerintah yang minor membuat dirinya tak bisa berbuat apa-apa.

"Untuk negara yang masih membutuhkan energi listrik untuk sumber-sumber energi perumahan dan industri penjualan mobil listrik tentu sulit dilakukan. Mengingat SDE listrik jg di negara kita terbatas, dan stasiun pengisian bahan bakar listrik tentu membutuhkan sumber energi listrik yg besar. Di tambah lagi, TDL yang tinggi dan jangka pemakaian baterei yg tidak begitu lama," tutup Unggul.

(mdk/dzm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP