LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. OTOMOTIF

Ini Hasil Uji Pertamax dari Lemigas dan LAPI ITB

Fadjar Djoko Santoso, VP Corporate Communication Pertamina, mengungkapkan sampel endapan dari kendaraan yang mengalami masalah telah diuji.

Selasa, 03 Des 2024 10:14:00
pertamax
Pengambilan sampel Pertamax di SPBU wilayah Cibinong, Jawa Barat, oleh Lemigas, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM. (Dok Pertamina) (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement


Fadjar Djoko Santoso, VP Corporate Communication Pertamina, mengungkapkan bahwa sampel endapan dari kendaraan yang mengalami masalah telah diuji oleh Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) ITB.

"Hasil pengujian menyatakan bahwa penyebab kerusakan kendaraan bukan berasal dari BBM Pertamax," jelas Fadjar dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu (1/12/2024).

Selain itu, uji kelayakan juga dilakukan oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Kementerian ESDM di beberapa SPBU yang ada di Cibinong. Hasil dari uji tersebut menunjukkan bahwa Pertamax memenuhi spesifikasi standar kualitas dan aman untuk digunakan.

Pertamina Jamin Kualitas dan Keamanan Produk

Pertamina menegaskan komitmennya untuk menyediakan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas bagi masyarakat. "Masyarakat tidak perlu khawatir. Pertamax sudah diuji dan dinyatakan aman oleh lembaga terpercaya," tambah Fadjar. Sebagai bentuk transparansi dan perhatian terhadap konsumen, Pertamina terus memantau kualitas produknya melalui pengujian rutin.

Advertisement

Layanan Keluhan dan Informasi Konsumen

Bagi masyarakat yang memiliki pertanyaan atau keluhan terkait produk Pertamina, layanan call center Pertamina 135 selalu siap memberikan informasi dan solusi terbaik.

Kesimpulan

Uji coba yang dilakukan oleh LAPI ITB dan Lemigas menunjukkan bahwa Pertamax bukan penyebab kerusakan kendaraan dan telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Pertamina memastikan produknya tetap menjadi pilihan BBM berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menggunakan Pertamax, karena kualitasnya telah teruji dan terjamin.

Advertisement

Kualitas BBM Pertamax dari PT Pertamina dijamin memenuhi standar yang ditetapkan

Pengambilan sampel Pertamax di SPBU wilayah Cibinong, Jawa Barat, oleh Lemigas, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM. (Dok Pertamina) © 2024 Liputan6.com

Kualitas Pertamax dari PT Pertamina

Kualitas bahan bakar minyak (BBM) Pertamax yang diproduksi oleh PT Pertamina (Persero) telah dinyatakan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pernyataan ini didasarkan pada hasil uji laboratorium yang dilakukan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Cibinong, Jawa Barat, serta lokasi lainnya.

Uji Laboratorium oleh Lemigas

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa pengujian kandungan Pertamax telah dilakukan oleh Lemigas. Hasil dari uji ini menunjukkan bahwa kualitas Pertamax telah memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga masyarakat tidak perlu merasa cemas. "Hasil uji laboratorium dari Lemigas menyatakan bahwa produk Pertamax on spec sesuai ketentuan Dirjen Migas. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax," tegas Heppy dalam keterangan resminya pada Jumat, 28 November 2024. Pertamina Patra Niaga adalah anak perusahaan Pertamina yang fokus pada sektor distribusi, sedangkan Lemigas merupakan lembaga di bawah Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM yang bertugas melakukan pengujian produk migas.

Advertisement

Monitoring Kendala Mesin pada Kendaraan

Menanggapi laporan mengenai kendaraan yang mengalami masalah mesin setelah mengisi BBM Pertamax di daerah Cibinong, Heppy menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi tersebut. Pertamina juga bekerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan kajian lebih mendalam. "Kami masih melakukan kajian mengingat kendala mesin hanya terjadi pada merek dan jenis kendaraan tertentu, serta di lokasi-lokasi tertentu. Oleh karena itu, kami perlu mempelajari detail penyebab gangguan pada mesin-mesin kendaraan di area tersebut," ungkap Heppy.

Berita Terbaru
  • Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati di Semarang Naik ke Penuntutan, Pengasuh Ponpes Ditahan
  • Viral Pria Lempar Kucing dari Jembatan Kartini Semarang, Ternyata Ini Motifnya
  • Aksi Nekat Emak-emak Bongkar Dugaan Barak Narkoba di Aek Kanopan, Polisi Klaim Sudah Bertindak
  • Kesadaran Deteksi Dini Mata Juling Meningkat, Tindakan Medis Strabismus Bertambah 29 Persen
  • Presiden Prabowo Resmikan 1.151 KM Jalan Daerah di 37 Provinsi, Menko AHY: Perkuat Konektivitas dan Ketahanan Nasional
  • berita update
  • konten ai
  • merdekaoto
  • pertamax
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dedi Rahmadi
I
Reporter Ilyas Istianur Praditya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.