Cuma tersohor di kalangan mapan
Saat ini pilihan kuat masyarakat antara Jokowi dan Prabowo.
Meski tak lagi menjabat di pemerintahan, nama Muhammad Jusuf Kalla selalu muncul dalam posisi sepuluh besar di berbagai survei calon presiden 2014. Padahal belum ada partai mencalonkan dirinya.
Menurut hasil jajak pendapat dilansir Pusat Data Bersatu (PDB) awal Februari lalu, Kalla menempati peringkat keenam dengan dukungan 7,8 persen. Angka itu sanggup mengalahkan Wiranto, Mahfud MD, Dahlan Iskan, dan Surya Paloh.
Dua pekan kemudian, rankingnya naik versi poling Lembaga Survei Jakarta (LSJ). Elektabilitas Kalla di posisi keempat setelah meraup 8,9 persen sokongan.
Nama ketua Palang Merah Indonesia ini terus merangkak sebagai kandidat presiden paling dijagokan. Centre for Strategic and International Studies (CSIS) tiga bulan lalu merilis hasil surveinya. Kali ini Kalla nomor lima. Hasil serupa ditunjukkan oleh jajak pendapat keluaran Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) lewat raihan 4,2 persen.
Kalla kalem menanggapi semua hasil survei itu. “Kita tunggu saja akhir tahun nanti,” katanya saat berkunjung ke kantor redaksi merdeka.com pertengahan Juli lalu. Dia yakin orang-orang seperti dirinya bakal dilirik oleh partai-partai miskin tokoh.
Peneliti senior dari P2P-LIPI Syamsuddin Haris mengatakan popularitas Kalla cukup kecil di kalangan bawah. Padahal mayoritas pemilih lulusan sekolah dasar. “Mungkin kelas menengah kenal dan suka akan kepemimpinannya, tapi orang kelas bawah belum tentu suka," ujarnya ketika dihubungi melalui telepon selulernya akhir bulan lalu.
Dia mengakui gaya kepemimpinan Kalla saat menjabat wakil presiden pada 2004-2009 memukau banyak kalangan. Tindakan dan argumen cerdasnya berhasil menyelesaikan banyak persoalan.
Namun Haris mengingatkan sebagian besar calon pemilih tidak melihat kandidat presiden dari tingkat intelektualitasnya saja. “Dari hasil survei LIPI dan lainnya, pilihan masyarakat saat ini sangat kuat antara Jokowi dan Prabowo."
Baca juga:
Poros tengah muluskan langkah
Muncul di saat tidak tepat
JK sebut tidak semua koruptor layak diberi remisi
Cerita persahabatan JK dan Quraish Shihab
JK masih malu-malu bicara soal peluang nyapres