Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Muncul di saat tidak tepat

Muncul di saat tidak tepat Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Umurnya sudah 71 tahun. Namun Muhammad Jusuf Kalla tidak pernah sepakat dengan pengkastaan usia untuk calon pemimpin negeri ini.

Apalagi jika ada penilaian jabatan presiden hanya untuk kaum muda. Menurut dia, umur itu melibatkan tiga hal: semangat, kesehatan, dan produktivitas. "Percuma muda kalau sakit-sakitan, tidak punya semangat, dan tidak produktif. Saya masih bisa diajak jalan sepuluh kilometer,” kata Kalla saat melawat ke kantor redaksi merdeka.com pertengahan bulan lalu.

Lelaki berdarah Bugis ini menegaskan popularitas kandidat RI-1 bukan dilihat dari usia. Dia bersyukur masyarakat masih mempertimbangkan dirinhya untuk menghuni istana.

Peneliti senior dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Syamsuddin Haris menjelaskan pula penurunan popularitas Kalla bukan lantaran faktor usia. “Kalau soal umur, banyak presiden terpilih kembali justru saat tidak muda. Salah satunya Ronald Reagan terpilih pada umur 69,” ujar Haris ketika dihubungi melalui telepon selulernya akhir Juli lalu.

Menurut dia, salah satu faktor mempengaruhi kecilnya popularitas Kalla lantaran dia belum memastikan apakah bakal ikut bertarung dalam pemilihan presiden tahun depan. Kekalahan pamor Kalla dari politisi muda lumrah dalam politik.

Dia mencontohkan hal ini juga terjadi dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputeri. Bahkan, tingkat elektabilitasnya takluk di tangan kadernya sendiri Jokowi.

Sebab itu, dia menyarankan politisi senior macam Kalla dan Megawati tidak lagi bertanding. Apalagi, sejumlah hasil survei menunjukkan responden mengharapkan pemimpin dari kaum muda. "Untuk 2014 salah waktu lagi, ada Jokowi,” tutur Haris.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP