Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Poros tengah muluskan langkah

Poros tengah muluskan langkah Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Hasil survei dirilis Pusat Data Bersatu (PDB) menunjukkan popularitas Muhammad Jusuf Kalla makin menurun. Dalam jajak pendapat Januari lalu, dia meraup 7,1 persen sokongan. Lima bulan kemudian hanya 5,47 persen.

Meski begitu, Agus Herta, peneliti dari PDB, menilai pamor Kalla masih bisa naik karena pilihan masyarakat masih bisa berganti. Kalla begitu digandrungi calon pemilih di luar Jawa, terutama kawasan timur.

Dia menjelaskan rata-rata penyokong Kalla berpendidikan minimal SMA dengan tingkat ekonomi menengah atas. Mereka memandang dia berpengalaman dalam pemerintahan. “JK itu bagus, tapi beliau tidak punya lokomotif," kata Agus saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya awal bulan ini.

Agus menegaskan popularitas Kalla lebih tinggi kalau dia menjadi calon wakil presiden. Hasil survei PDB pada semester kedua lalu, elektabilitasnya 30,68 persen.

Sebab, menurut dia, ingatan masyarakat terhadap Kalla masih kuat dengan posisi wakil presiden. “Realistisnya JK jadi wakil presiden," ujarnya.

Jika tidak pafrtai mencalonkan, dia menyarankan Kalla bisa membentuk poros tengah dengan menyatukan suara partai-partai islam dan nasionalis.

Meski survei riuh menyebut nama Kalla, pengusaha senior ini belum mau berkomentar banyak. “Kita lihat saja nanti,” tutur Kalla usai acara berbuka puasa bersama di kediamannya, Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akhir Juli lalu. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP