LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Bacaan Shalat Rawatib Beserta Tata Caranya yang Wajib Diketahui, Ini Lengkapnya

Selain shalat fardhu, dalam Islam juga ada anjuran untuk melaksanakan shalat sunnah. Salah satu jenis shalat sunnah tersebut adalah shalat rawatib. Shalat rawatib dapat dilakukan sebelum atau sesudah shalat fardu. Berikut mengenai shalat rawatib beserta tata caranya yang wajib Anda ketahui.

2021-07-15 18:00:00
salat sunnah Rawatib
Advertisement

Shalat merupakan ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT, sehingga shalat merupakan kewajiban (fardhu’ain) bagi umat Islam, firman Allah: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Rasul supaya kamu diberi rahmat. (An-Nisa’: 77). Allah juga memerintahkan agar hambanya memelihara shalat dan disarankan agar khusu’ hanya karena Allah.

Selain shalat fardhu, dalam Islam juga ada anjuran untuk melaksanakan shalat sunnah. Salah satu jenis shalat sunnah tersebut adalah shalat rawatib. Shalat rawatib dapat dilakukan sebelum atau sesudah shalat fardu. Shalat rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardu disebut shalat Qobliyah. Sementara, shalat rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardu disebut shalat Ba'diyah.

Berikut dasar hukum pelaksanaan shalat rawatib dari hadist; Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: “Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa salat sunnat sepuluh rakaat yaitu; dua rakaat sebelum salat zuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah salat maghrib di rumah beliau, dua rakaat sesudah salat isya’ di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum salat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729).

Advertisement

Berikut ulasan mengenai shalat rawatib beserta tata caranya yang wajib Anda ketahui sebagai umat Muslim, dilansir dari liputan6.com.

Pembagian Shalat Rawatib

Shalat rawatib dapat dilaksanakan sebelum atau sesudah shalat fardu. Mengenai waktu pelaksanaannya, dijelaskan dalam sebuah hadits di bawah ini;

Advertisement

Ibnu Qudamah berkata: "Setiap sunah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu salat fardhu hingga salat fardhu dikerjakan, dan salat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya salat fardhu hingga berakhirnya waktu salat fardhu tersebut.“ (Al-Mughni 2/544).

Terdapat beberapa pembagian dalam shalat rawatib. Pembagian ini dilakukan berdasarkan shalat yang lebih diutamakan. Berikut pembagian shalat rawatib:

Shalat Rawatib Mu'akkad

Shalat rawatib mu'akkad sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Mengenai jumlah shalat rawatib mu'akkad ada 12 rakaat, yaitu:

  • 2 rakaat sebelum subuh
  • 2 atau 4 rakaat sebelum zuhur
  • 2 atau 4 rakaat sesudah zuhur
  • 2 rakaat sesudah maghrib
  • 2 rakaat sesudah isya

Penjelasan tentang jumlah rakaat shalat rawatib ini disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i.

Dari Aisyah radiyallahu‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada salat sunah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum zuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah isya, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794).

Shalat Rawatib Ghoiru Mu'akkad

Shalat rawatib ghoiru mu'akkad adalah jenis shalat rawatib yang tidak begitu ditekankan. Berikut adalah jumlah shalat rawatib ghoiru mu'akkad:

  • 2 atau 4 rakaat sebelum ashar (jika dikerjakan 4 rakaat, dikerjakan dengan 2 kali salam)
  • 2 rakaat sebelum maghrib
  • 2 rakaat sebelum isya

Bacaan Niat Shalat Rawatib

Bacaan niat shalat rawatib pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan bacaan shalat fardu. Anda hanya tinggal menambahkan Qobliyatan Lillahi Ta’ala (jika dikerjakan sebelum shalat fardhu) di akhir niat atau Ba’diyatan Lillahi Ta’ala (jika dikerjakan sesudah shalat fardhu).

Jadi, jika mengerjakan shalat rawatib sebelum shalat subuh, maka bacaannya menjadi:

Ushallii sunnatash shubhi rak’ataini qabliy-yatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku (niat) shalat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”

Dan, jika mengerjakan shalat rawatib setelah shalat isya, maka bacaannya menjadi:

Ushallii sunnatal ‘isyaa’i rak’ataini ba’diy-yatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku (niat) shalat sunat ba’diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Rawatib

Sama halnya seperti pengerjaan shalat fardu, tata cara shalat rawatib juga tak jauh berbeda. Berikut tata cara shalat rawatib:

  1. Membaca Niat
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca doa Iftitah
  4. Membaca Surat al-Fatihah
  5. Membaca Surat Pendek (Dianjurkan Surah Al-Kaafirun dan Al-Ikhlas)
  6. Ruku dengan tumaninah (Allahu akbar)
  7. Itidal dengan tumaninah,
  8. Sujud dengan tumaninah
  9. Duduk di antara dua sujud, dengan tumaninah
  10. Sujud kedua dengan tumaninah (Allahu akbar)
  11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  12. Membaca surat Al-Fatihah
  13. Membaca Surat Pendek yang dihapal
  14. Ruku dengan tumaninah (Allahu akbar)
  15. Itidal
  16. Sujud pertama (rakaat kedua)
  17. Duduk diantara dua sujud
  18. Sujud kedua (rakaat kedua)
  19. Tasyahud Akhir
  20. Salam

Keutamaan Shalat Rawatib

Shalat rawatib tentu memiliki keutamaan dan ganjaran pahala bagi umat Muslim yang mengerjakannya. Berikut beberapa keutamaan shalat rawatib;

  • Dibangunkan Rumah di Surga

At-Tarmidzi dan An-Nasa’i meriwayatkan hadis yang mengatakan bahwa, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada salat sunah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga..." (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794)

  • Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadis tentang salat sunah rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya.” Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya.” (HR. Muslim no. 725)

  • Diharamkan dari Api Neraka

Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan tentang keutamaan rawatib dzuhur. Dia berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menjaga (salat) empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka." (HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160)

(mdk/edl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.