Unggas yang mati di Lebak Bulus positif terjangkit flu burung
Dari 7 sampel yang diambil saat itu, 3 diantaranya positif terkena virus H5N1.
Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan menyatakan unggas yang mati Lebak Bulus (sebelumnya ditulis Cilandak) Jakarta Selatan positif terjangkit flu burung. Kejadian itu tanggal 15-16 kemarin.
"Kemudian tanggal 16 diambil sampel, tanggal 17-nya keluar hasil dan ternyata positif. Diwaktu yang sama kemudian dan dilakukan pemusnahan," jelas Kasudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan, Yulie Apsari saat dihubungi merdeka.com, Senin (21/3).
Dari 7 sampel yang diambil saat itu, 3 diantaranya positif terkena virus H5N1. Salah satu sampelnya kata dia merupakan bangkai ayam. Adapun langkah-langkah yang diambil selanjutnya yaitu melakukan pemusnahan dan pemberian disenfektan terhadap wilayah tersebut.
"Selain pemusnahan Kita juga disenfiktasi dan sweeping unggas di lokasi. Edukasi kepada warga terus kita lakukan. Kita akan sisir sekitar situ sampai habis," lanjut dia.
Sebelumnya, warga Kelurahan Lebak Bulus tepatnya di Jalan Lebak Bulus V Rt 14 RW 05 melaporkan adanya kematian unggas dalam jumlah yang banyak ke kelurahan setempat. Hasil pelaporan tersebut langsung dilaporkan. Esok harinya Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan langsung mengambil sampel untuk pemeriksaan.
Baca juga:
20 Unggas dimusnahkan, warga Cilandak diminta waspada flu burung
Ditemukan flu burung, pemerintah klaim peternak tak patuh aturan
Lurah dan Camat diminta ikut sweeping unggas terjangkit flu burung
Flu burung merebak, Kementan minta masyarakat waspada
Lima virus paling berbahaya ini bikin dunia waswas